Sukses


Krisna Mukti: Kita Majukan Sastra dan Kita Sejahterakan Sastrawan

Liputan6.com, Jakarta Anggota MPR dari Fraksi PKB, Krisna Mukti mengakui bahwa sastrawan memiliki peranan penting dalam membangun sinergi melalui budaya. Di tengah keruwetan dalam dunia politik, sastrawan dapat mendinginkan suasana. Hal ini disampaikan Krisna Mukti saat acara Wakil Rakyat Bicara Buku dengan tema "Kajian Perempuan Malaysia-Indonesia Dalam Sastra" di Ruang Presentasi Perpustakaan MPR, Komplek MPR/DPR/DPD, Jakarta.

Beberapa penulis dari kalangan perempuan yang hadir diantaranya Bundo Free Hearty, Anitasa Dewi, dan Yossi. Dihadapan para peserta diskusi, Krisna Mukti mengatakan sedang memperjuangkan rancangan undang - undang kebudayaan. Dengan adanya undang-undang itu, kelak ada anggaran buat kegiatan kebudayaan. 

"Selama ini para sastrawan merasa dirinya kurang mendapat perhatian dari pemerintah. Untuk itulah undang-undang itu penting adanya. Kelak ada anggaran buat kegiatan sastra dan budaya,” papar Krisna Mukti di Jakarta, Kamis (1/12).

Melalui acara Wakil Rakyat Bicara Buku ini, Krisna mengaku senang dapat bertemu para sastrawan dan budayawan sehingga bisa menyerap aspirasi secara langsung. Banyaknya aspirasi yang masuk dapat membuat undang-undang kebudayaan akan semakin bagus.

“Mudah-mudahan sastra Indonesia lebih maju, sastrawannya lebih sejahtera, dan membawa dampak masyarakat yang adil dan sejahtera,” tambahnya.

Terkait tema acara Wakil Rakyat Bicara Buku, Krisna berpandangan bahwa Indonesia dan Malaysia memiliki persamaan jika dilihat dari sejarah dan budaya. 

Dipaparkan banyak penyair, bintang film, penyanyi, dari negeri jiran yang dikenal di Indonesia, seperti Anita Sarawak, Sheila Madjid, Siti Nurhaliza, Search, sebagai penyanyi Malaysia yang popular di Indonesia. Pun demikian penyanyi dan lagu Indonesia juga terkenal dan popular di negerinya Mahathir Muhammad itu. Saling popular itulah yang disebut Krisna Mukti sebagai jalan untuk membangun sinergi melalui budaya.

(*)

 

Artikel Selanjutnya
Tere Liye dan Profesi Penulis yang Masih Dipandang Sebelah Mata
Artikel Selanjutnya
Ini Alasan Giring Nidji Bergabung dengan PSI