Sukses

Agus Yudhoyono: Atasi Banjir DKI Perlu Kepemimpinan yang Efektif

Liputan6.com, Jakarta - Dengan kaus berkerah hitam bercorak putih bernama Tacticool, calon Gubernur (Cagub) DKI Jakarta nomor urut 1, Agus Harimurti Yudhoyono, kerap berkampanye ke berbagai pelosok Ibu Kota. Agus yang berpasangan dengan Sylviana Murni untuk pertarungan Pilkada DKI Jakarta 2017 ini terjun langsung menyapa warga Ibu Kota. Ia terutama mendengarkan keluh kesah mereka.

"Dari perbincangan dan dialog dengan masyarakat, saya dapat mengambil beberapa kesimpulan. Banyak di antara mereka yang berada di bawah garis kemiskinan betul-betul ingin didengarkan permasalahan yang dihadapi mereka sehari-hari," ucap Agus Harimurti Yudhoyono saat berbincang di Studio Liputan 6, SCTV Tower, Senayan, Jakarta Pusat, belum lama ini.

Soal penggusuran, misalnya. Bila terpilih memimpin Ibu Kota, Agus Yudhoyono yang mempunyai slogan "Jakarta untuk Rakyat" akan mencari solusi terbaik untuk warga. Terutama bagi warga yang terancam penggusuran.

"Saya tidak meyakini penggusuran satu-satunya jalan atau cara untuk melakukan penertiban dan penataan Kota Jakarta ini. Saya meyakini kepadatan penduduk memang tidak sama dengan kekumuhan. Harus diadakan penataan ulang, revitalisasi dari lahan-lahan hunian," tutur putra sulung Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono tersebut.

Permasalahan banjir di Jakarta juga menjadi perhatian lulusan Akademi Militer di Magelang, Jawa Tengah, pada tahun 2000 tersebut. "Dan bagi saya adalah sekarang mencari bagaimana solusi yang efektif. Dan di sini diperlukan leadership dan manajemen yang efektif pula. Komunikasi harus dilakukan dengan baik," ujar peraih tiga gelar master di Nanyang Technological University, Harvard University, dan Webster University.

Lalu, bagaimana solusi cagub nomor urut 1 itu mengatasi kemacetan di Ibu Kota? Bagaimana pula kemantapan dia meninggalkan dunia militer untuk memulai dunia pengabdian baru? Simak selengkapnya wawancara khusus dengan Agus Harimurti Yudhoyono yang dipandu Putri Permata berikut ini.

Artikel Selanjutnya
Jokowi: Menteri Fokus Kerja, Jangan Belum Sudah Kampanye
Artikel Selanjutnya
Jokowi: 2018 Masuk Tahun Politik, Menteri Harus Hati-Hati