Sukses

Istana: 2 Tahun Jokowi-JK, Tax Amnesty 'Selamatkan' Kas Negara

Liputan6.com, Jakarta - Ekonomi menjadi salah satu perhatian pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla atau Jokowi-JK. Bahkan, belasan Paket Kebijakan Ekonomi sudah diluncurkan.

Yang paling baru, pemerintah melaksanakan program tax amnesty. Pengampunan pajak ini ternyata mendapat amino besar dari masyarakat.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengatakan, secara umum ekonomi global memang sedang tak menentu. Ketegangan di Timur Tengah semakin membuat ekonomi dunia tak karuan. Di tengah ketidakpastian, Indonesia dinilai sebagai negara yang paling menjanjikan dalam hal pertumbuhan ekonomi.

"Karena hal itu terlihat dari misalnya program pemerintah yang berkaitan dengan tax amnesty. Tax amnesty bisa berhasil karena ada kepercayaan publik dan pelaku bisnis kepada pemerintah dan atas kepemimpinan Presiden," ucap Pramono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (19/10/2016).

Respons baik dari masyarakat membuat pemasukan dari tax amnesty juga tinggi. Ini membuat tax base semakin luas, ekonomi makro tenaga, inflasi rendah, dan diharapkan pertumbuhan ekonomi 2017 lebih baik dari tahun ini.

Untuk tax amnesty, dana tebusan memang lebih bagus dibanding repatriasi. Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu menyebut dari Rp 3.800 triliun diduga hampir Rp 800 triliun dana repatriasi dimasukkan lebih dulu. Dengan demikian, nilai yang mereka bayar juga lebih murah, yakni 2 persen.

"Cara memasukkannya ini kan gampang saja. Back to back, kemudian bisa dengan pembelian saham, dan berbagai macam. Tapi yang jelas yang harus dilihat adalah sekarang ini ada sebenarnya sudah hampir Rp 4.000 triliun, dan itu angka yang sangat besar, hampir dua kali APBN kita, yang mulai tahun depan menjadi tax base kita. Kemudian penerimaan tebusan kita sudah hampir Rp 98 triliun," Pramono menjelaskan.

Mantan Wakil Ketua DPR itu berharap periode kedua tax amnesty juga mengalami peningkatan. Presiden Jokowi juga akan terus bersosialisasi ke berbagai daerah untuk memberikan arahan secara langsung.

"Kami meyakini bahwa program tax amnesty ini periode kedua hasilnya akan cukup menggembirakan. Karena apa, kalau periode pertama lebih banyak perorangan, periode kedua ini lebih banyak corporate. Sehingga dengan demikian harapannya apa yang menjadi target itu akan terpenuhi baik di periode kedua maupun ketiga," Seskab Pramono Anung memungkasi.