Sukses

Penyanyi Sulis Jadi Korban Penipuan Teman hingga Rp 365 Juta

Liputan6.com, Depok - Penyanyi religi Sulistyowati atau Sulis (26) menjadi korban penipuan temannya melalui lewat investasi bodong. Akibatnya penyanyi yang dikenal lewat lagu "Ummi" itu mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.

Pelakunya adalah, Ahmad Nizar Fahmi, (24). Perkenalannya dengan Sulis terjadi ketika diundang dalam sebuah acara. Pertemuan keduanya berlanjut sampai terjalin pertemanan hingga ditunjuk mengurusi Fans Club Sulis.

Merasa sangat dekat, pelaku menawarkan investasi berbentuk usaha percetakan. Janjinya korban bakal mendapati keuntungan yang berlimpah.

"Korban ditawari usaha percetakan dengan keuntungan 35 sampai 50 persen, dari uang yang diinvestasikan," kata Kapolresta Depok Komisaris Besar Harry Kurniawan, Rabu (19/10/2016).

Tawaran itu, membuat Sulistyowati tergiur untuk melakukan investasi. Apalagi, pertemanan mereka sudah terjalin selama 7 tahun sehingga investasi ini juga tak dibuat perjanjian di atas kertas. "Perjanjiannya lisan saja, sementara bagi untungnya sesuai dengan yang pelaku janjikan," Harry mengungkapkan.

Sebagai tanda jadi, Sulistyowati menanamkan modal Rp 100 juta. Modal awal tersebut dijanjikan bakal balik dan mendapatkan keuntungan dalam waktu singkat. "Dalam waktu dua minggu katanya bakal cair," ujar Harry.

Ucapan pelaku ternyata benar, sehingga korban menginvestasikan uangnya kembali. Namun, seiring berjalannya waktu, pelaku ternyata ingkar janji. Harapan korban untuk mendapatkan keuntungan berlimpah pun pupus.

Pelaku sudah lari, dan telepon seluler atau ponselnya juga tak bisa dihubungi. Padahal nilai investasinya sudah hampir Rp 365 juta.

"Jadi investasi bertahap. Namun, pada periode bulan Mei sampai Juni 2016 mandek. Sementara korban telah melakukan transaksi sampai 7 kali. Tidak satu pun yang mendapatkan keuntungan," Harry menerangkan.

Pelaku penipuan (Liputan6.com/ Ady Anugrahadi)

Banyak Korban

Sulis bukanlah satu-satunya korban penipuan. Dengan modus yang sama ternyata Ahmad Nizar Fahmi telah menipu 16 orang lainnya. Totalnya senilai Rp 1,5 miliar.

"Untuk meyakinkan para korbannya, pelaku mengaku bahwa bisnis investasinya untuk sebuah pabrik percetakan yang beralamat di Tebet, Jakarta Selatan. Setelah di-cross check pabrik tersebut fiktif," Harry memungkasi.

Sementara itu, Sulis tak menyangka menjadi korban penipuan teman sendiri. Pundi-pundi yang tadinya sudah direncanakan untuk membangun sebuah butik pun lenyap begitu saja.

"Ini pelajaran untuk masyarakat, kalau punya kerja sama meskipun orang deket dicek lagi kebenarannya, jangan percaya begitu saja dengan teman," kata Sulis.

Kasubag Humas Polresta Depok Ajun Komisaris Firdaus mengatakan, pelaku ditangkap di Bekasi, Jawa Barat.

"Tapi saat ini sudah kami pindahkan ke Malporesta Depok, untuk diperiksa terkait penipuan yang dilakukan kepada pelantun lagu 'Ummi'," kata Firdaus di Depok.

Firdaus menjelaskan, pihaknya masih menelusuri apakah ada korban lain yang tinggal di daerah Depok. Sebab, di hadapan penyidik pelaku mengaku korbannya sudah lebih dari 17 orang. Pelaku terancam Pasal 378 juncto 372 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun kurungan penjara.

"Keterangan tersangka uang korban-korbannya diputar-putar untuk korban lainnya. Masih dalami apakah di Depok atau di daerah," ucap Firdaus.

Sementara itu, pelaku AMF mengatakan perkenalannya dengan penyanyi Sulis (26) terjadi saat dia menjadi EO di sebuah acara. Di situ dia merayu Sulis untuk ikut investasi di perusahaan percetakan miliknya, yang belakangan diketahui bodong.

"Saya kenal Sulis sejak tahun 2012. Saya iming-imingi dia dengan keuntungan yang besar," kata pelaku tertunduk.

Dia mengaku praktik investasi bodongnya ini dijalani sejak berapa bulan lalu. Saat dia masih bekerja sebagai sopir taksi online. Hasilnya, dia bisa meraup untung hingga Rp 1,5 miliar.

Sebab, korban investasi bodongnya tak hanya Sulis seorang, ada sekitar 17 orang lainnya. Rata-rata semuanya tinggal di kawasan Jakarta Barat.

"Uang itu buat diputar lagi jadi sistemnya gali lubang, tutup lubang. Kepada mereka saya cuma kasih iming-iming. Rata-rata komunikasi lewat WA dan BBM, setelah itu mereka langsung transfer," kata pelaku.