Sukses

Menanti Jokowi Made in Hong Kong

Liputan6.com, Jakarta - Siang itu, Rabu 12 Oktober 2016, ada yang berbeda di Istana Merdeka. Tidak biasa-biasanya Presiden Joko Widodo berjalan kaki mengarah ke ruangan President Lounge yang berada di sisi kanan Istana Merdeka atau di deretan Wisma Negara di Kompleks Istana Kepresidenan.

Tak hanya itu, di pintu masuk President Lounge sudah menunggu tiga orang wanita menyambut kedatangan Jokowi di ruangan yang biasanya diperuntukkan sebagai tempat istirahat bagi para tamu Presiden. Saat berhadapan dengan Jokowi, ketiga wanita itu menyapa Jokowi.

"Good evening Mr President," ucap mereka bergantian.

Jokowi menerima perwakilan dari Museum Madame Tussauds, Hong Kong (Liputan6.com/ Ahmad Romadoni)

Selidik punya selidik, ternyata mereka adalah perwakilan dari Museum Madame Tussauds, Hong Kong. Pertemuan itu tak lain untuk melakukan pengukuran tubuh Presiden Jokowi guna dibuat patung lilin sebagai koleksi baru museum.

Jokowi yang siang itu mengenakan kemeja putih panjang dengan celana hitam pun menyalami satu per satu tamu. Kemudian, rombongan bersamaan masuk ke President Lounge.

Menurut Kepala Sekretariat Presiden, Darmansjah Djumala, sebelumnya Museum Madame Tussauds Hong Kong telah mengajukan permohonan agar patung lilin Joko Widodo ditampilkan menjadi salah satu koleksinya. Penawaran itu didasarkan pada jajak pendapat yang dilakukan pihak museum.

Patung lilin Soekarno menyapa ramah kepada setiap pengunjung yang datang ke museum Madame Tussauds Hong Kong

Jika ini terwujud, maka Jokowi akan menjadi tokoh Indonesia ketiga yang diabadikan dalam bentuk patung lilin dan dipamerkan di Madame Tussauds. Sebelumnya, Presiden Pertama RI Sukarno dan penyanyi Anggun C Sasmi sudah diabadikan di Madame Tussauds.

 

1 dari 3 halaman

Trump dan Hillary pun Takluk

Ternyata, munculnya nama Jokowi untuk dibuatkan patung lilinnya, tidak terjadi secara tiba-tiba. Jokowi terpilih menjadi tokoh dunia yang paling diinginkan menjadi koleksi terbaru di Museum Madame Tussauds Hong Kong setelah melalui serangkaian poling dan penelitian.

Bahkan, dalam jajak pendapat yang dilakukan kepada para pengunjung, Jokowi mengalahkan dua capres Amerika Serikat, Donald Trump dan Hillary Clinton.

General Manager Museum Madame Tussauds, Jenny You, mengatakan setiap pengunjung yang datang ke museum mengisi survei. Salah satu pertanyaan yang muncul adalah siapa tokoh yang paling diinginkan hadir di Museum Madame Tussauds selanjutnya.

Dari survei terbuka yang dilakukan selama setahun itu, nama Jokowi menempati peringkat cukup tinggi. "Kami percaya Presiden Jokowi merupakan sosok yang unik dengan gaya kepemimpinan yang juga berbeda," kata Jenny di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Setelah itu, pihaknya melakukan berbagai riset sampai akhirnya bisa bertemu langsung dengan Jokowi. Dari riset itulah diketahui gaya kepemimpinan Jokowi yang memang berbeda dengan pemimpin lainnya.

"Presiden sangat ramah, peduli terhadap rakyat miskin, dan sangat concern pada pemberantasan korupsi di Indonesia. Sehingga kami percaya Presiden Jokowi bisa bergabung dengan Museum Madame Tussauds dan menjadi keluarga baru pemimpin negara yang bisa ditemui di museum," jelas dia.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) tengah menanti matahari terbit di Dermaga Pantai Waiwo, Raja Ampat, Papua, Jumat (1/1/2016). Jokowi berada di Raja Ampat dalam rangka menyambut pergantian tahun 2015 menuju ke tahun 2016. (Setpres-Agus Suparto)

Sementara itu, Konsulat Jenderal Indonesia di Hong Kong, Tri Tharyat, mengatakan posisi Jokowi merupakan yang tertinggi dalam kategori politikus dan pemimpin negara. Masuk dalam 20 besar, Jokowi bahkan mengalahkan Donald Trump dan Hillary Clinton.

"Presiden nomor 1. Jadi itu memang di-update terus oleh pihak museum, paling tinggi di antara itu Beliau," kata Tri.

Dalam jajaran 20 nama teratas memang ada banyak tokoh dari berbagai bidang, termasuk artis dan olahragawan. Tri juga tak tahu persis posisi Jokowi ada di peringkat berapa. Yang pasti perolehan suara Jokowi jauh di atas Trump dan Hillary.

"Saya enggak tahu persis, tapi dari Pak Jokowi sampai ke bawah masih ada beberapa, baru Donald Trump dan Hillary Clinton, masih ada beberapa nama lagi," pungkas Tri.

Presiden Jokowi sendiri mengaku terkejut karena terpilih menjadi tokoh yang akan diabadikan dalam patung lilin oleh Museum Madame Tussauds.

"Tadi disampaikan Pak Presiden kepada utusan Madame Tussauds, Beliau terkejut tak menyangka bisa dipilih museum untuk diabadikan dalam patung lilin di sana," kata Juru Bicara Kepresidenan, Johan Budi di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Anggun ingin segera memamerkan patung dirinya pada sang anak. (Istimewa)

Namun, bukan itu pesan utama yang disampaikan Jokowi saat pertemuan itu. Jokowi berharap setelah dirinya semakin banyak tokoh Indonesia yang bisa terpilih dan mengisi museum itu.

"Tapi ini bukan pribadi presiden saya kira, ini Indonesia. Presiden berharap lebih banyak lagi tokoh-tokoh Indonesia yang bisa diabadikan di Museum Madame Tussauds," pungkas Johan.

Di lain sisi, pujian pun mengalir atas terpilihnya Jokowi. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, misalnya, mengaku bangga karena Jokowi akan diabadikan dalam patung lilin oleh Museum Madame Tussauds. Apalagi, Jokowi adalah mantan Gubernur DKI Jakarta.

"Kita bangga dong, Gubernur DKI yang merangkap jadi Presiden top," ujar pria yang karib disapa Ahok itu di Balai Kota Jakarta, Kamis kemarin.

Ahok tak heran jika Jokowi bisa mengalahkan Donald Trump dalam survei yang dilakukan oleh Madame Tussauds. "Pasti (keren) dong. Jauh amat dibandingin sama Donald Trump," tandas Ahok.

 

2 dari 3 halaman

Pose Natural Jokowi

Sementara, saat bertemu tim Madame Tussauds di President Lounge, Jokowi harus rela dikukur, ditatap, direkam, dan difoto untuk keperluan pembuatan patung lilin. Tak kurang Jokowi harus difoto sebanyak 200 kali oleh pihak Madame Tussauds Hong Kong.

Dalam pertemuan itu, seluruh sudut tubuh juga direkam secara profesional untuk mendapatkan gambar paling natural dari Jokowi.

"Tadi dilakukan beragam rangkaian prosedur, dimulai dari pengambilan foto. Ada kurang lebih 200 foto dari berbagai sudut," kata Konsulat Jenderal RI di Hongkong, Tri Tharyat.

Proses pengambilan gambar berlangsung cukup lama, yakni 1,5 jam. Pengambilan gambar juga dilakukan tidak hanya saat Presiden diam, tapi juga saat tengah bergerak.

"Pengambilan detail dari tinggi, ukuran badan, warna bola mata, rambut, kulit, dan sebagainya. Mereka dari Madame Tussauds bekerja sangat profesional. Termasuk pose yang tadi cukup lama, Presiden sampai harus keluar untuk peragakan pose pada saat beliau berjalan dan pose tadilah yang akan dijadikan patung lilin," ujar Tri.

Jokowi yang mengenakan kemeja putih dengan celana hitam itu tampak terburu-buru berjalan menuju ke Rumah Transisi, Jakarta, (28/9/14). (Liputan6.com/Miftahul Hayat)

Sementara General Manager Museum Madame Tussouds Hongkong, Jenny You, mengatakan tim yang ikut untuk mengambil gambar Jokowi langsung didatangkan dari London, Inggris. Dengan adanya bantuan tim ini, proses yang seharusnya dijalani selama 4-6 jam bisa dilakukan hanya dalam waktu 1,5 jam.

"Dan proses pembentukan patung lilin akan memakan waktu 6 bulan. Patung akan dibuat di London," ucap Jenny.

Sementara itu, Jokowi sendiri ingin ditampilkan apa adanya. Sosok Jokowi yang kuat dengan gaya blusukan dipilih menjadi pose yang akan ditampilkan di Museum Madame Tussauds nanti.

"Pose yang ingin ditampilkan Presiden adalah kegiatan sehari-hari ya. Presiden seperti apa adanya, biasanya bekerja dengan cepat, kemudian mengunjungi tempat-tempat seperti pasar, keliling Indonesia. Jadi natural seperti apa adanya, tidak dibuat-buat," kata Johan Budi.

Seperti pada kesehariannya, Jokowi juga akan mengenakan pakaian yang biasa dipakai, yakni kemeja putih lengan panjang. Lipatan lengan juga menjadi bagian penting pada patung lilin nanti.

Presiden Jokowi saat sidak di Kantor Pusat Dirjen Pajak, Jumat (30/9). Jokowi mengaku mendapat banyak permintaan agar Tax Amnesty diperpanjang dan berjanji akan memberikan kemudahan administrasi hingga Desember 2016. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

"Sehingga tadi Beliau pakai baju putih yang biasa beliau pakai bekerja sehari-hari dengan ada lintingan di tangan, menunjukkan bahwa itulah keseharian Presiden bekerja. Itu yang ingin ditampilkan oleh Presiden," tutur Johan.

Hal senada disampaikan Konsulat Jenderal Indonesia di Hong Kong Tri Tharyat. Tri mengatakan pose yang diinginkan presiden tidak akan jauh dari filosofi kerja Presiden. Jokowi ingin tampil sebagai orang yang bekerja.

"Filosofi yang ingin beliau sampaikan dalam konteks nanti tampilan Beliau adalah filosofi bekerja, Kabinet Kerja, Beliau ingin kelihatan tampil sebagai orang yang bekerja," jelas dia

Jadi, seperti apa rupa Jokowi made in Hong Kong? Harap bersabar, karena patung lilin Jokowi itu baru akan dipamerkan pada tahun depan.