Sukses

Tarian dari Berbagai Negara Semarakkan World Culture Forum

Liputan6.com, Denpasar - Para peserta World Culture Forum (WCF) 2016 dimanjakan dengan Cultural Festival atau Festival Kebudayaan. Cultural Festival menampilkan kesenian tari dari 14 negara yang turut ambil bagian dalam kerja sama kebudayaan ini.

Mereka yakni Argentina, Bulgaria, Republik Ceko, Yunani, Italia, Kazakhstan, Latvia, Taiwan, Thailand, Slovakia, Polandia, Russia, Uzbekistan, dan Indonesia sebagai tuan rumah.

Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Hilmar Farid senang dengan adanya Festival Kebudayaan ini. Ia menyatakan, kalau acara ini bagian terpenting dalam WCF 2016.

"Senang bisa berada di sini. Kita belajar banyak dari warga Bali. Kita ada di sini untuk satu alasan, kebudayaan menyatukan kita semua. Ini bagian terpenting dalam forum," ungkap Hilmar saat memberikan sambutan di Lapangan Puputan, Denpasar, Bali, Selasa 11 Oktober 2016.

Hilmar juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh negara yang hadir dan berpartisipasi dalam pertunjukan kebudayaan ini.

"Sebenarnya kita dipersatukan oleh bahasa gerak, bahasa musik, bahasa bunyi. Yang tampil sebagian dari 47 peserta World Culture Forum," sambung dia.

(Liputan6.com/ Devira Prastiwi)

Hilmar menegaskan, kesenian memiliki peran yang sangat besar di dalam masyarakat untuk memperbaiki tata kehidupan di dunia. Ekspresi artistik harus mendapat ruang yang cukup untuk dipentaskan.

"Kebudayaan selama ini hanya dianggap sebagai satu sektor, bahkan dekorasi. Padahal sebetulnya itu napasnya manusia," kata Hilmar.

Hilmar pun membuka Culture Festival dengan menembakkan panah ke udara. Usai panah ditembakkan, para penari pun secara bergantian memamerkan tarian kebudayaan dari negara mereka masing-masing. Indonesia, tarian Bali tepatnya, menjadi pembuka dalam menampilkan tarian di acara Culture Festival.

Sebelumnya, para peserta WCF 2016 telah dimanjakan dengan Cultural Visit ke Rumah Topeng dan Wayang Setia Dharma (RTWSD) yang berlokasi di Jalan Tegal Bingin, Ubud, Bali. Di sana, para peserta dapat melihat keberagaman topeng dan barong dari seluruh penjuru Indonesia juga dunia.

RTWSD dianggap mewakili seluruh keragaman budaya dan kesenian Indonesia. Dalam Cultural Visit, para peserta juga menyaksikan International Folk Dance Festival (IFDF).

Artikel Selanjutnya
RI Raih Juara 3 di Festival Musik Tradisional Uzbekistan
Artikel Selanjutnya
FLS 2017 Buat Pemuda Indonesia Jadi Kreatif