Sukses

Bagaimana Peta Kekuatan di Pilkada DKI Jakarta 2017?

Liputan6.com, Jakarta Pilkada DKI Jakarta 2017 memang menyedot banyak perhatian masyarakat. Ibukota memang memiliki rasa yang berbeda, meskipun ada 100 daerah lainnya yang serentak menggelar Pilkada pada 2017. Salah satu hal yang menarik, adalah hasil survei LSI terkait demografi para pendukung masing-masing pasangan calon.

Hasil survei LSI tersebut bukan hanya menunjukan tren penurunan elektabilitas Ahok namun juga elektabilitas pasangan calon lainnya. Terdapat setidaknya tiga hal yang menarik dalam hasil survei yang dirilis oleh LSI pada Oktober lalu. Pertama, dilihat dari kelompok berdasarkan pendapatan. Kemudian berdasarkan rentang usia dan yang terakhir berdasarkan pendidikan.

 

Dari segi pendapatan, tampak jelas bahwa kelompok yang berada di bawah UMR masih belum menentukan pilihan, sebesar 43,7% yang berada di bawah Rp 1 juta dan 34,2% yang berada di bawah Rp 3,5 juta. Untuk mereka yang berpenghasilan di atas Rp 3,5 juta lebih memilih pasangan Ahok. 

Pendukung pasangan Ahok-Djarot nampaknya lebih didukung kalanga yang lebih mapan, bukan hanya dari segi pendapatan namun juga usia. Kelompok rentang usia 30-39 tahun dan 40-49 tahun lebih banyak menyukai pasangan petahana ini. Sedangkan kelompok usia muda dibawah 29 tahun lebih menyukai pasangan dari Cikeas, Agus-Sylviana. Sedangkan untuk pasangan Anies-Sandiaga Uno lebih disukai oleh kelompok berpendidikan, kuliah dan diatasnya hingga sebesar 31,2%. 

Pilkada DKI Jakarta 2017 ini akan diikuti oleh sekitar 7,4 juta jiwa warga ibukota. Apakah survei tersebut cukup merefleksikan sikap para pemilih di ibukota? Bagaimana menurutmu? (rn)