Sukses

Danau Tondano Makin Dangkal

Liputan6.com, Manado: Danau Tondano yang berada di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, terancam dangkal atau kekeringan, seiring dengan kurangnya penanganan dari pemerintah daerah dan masyarakat. "Masyarakat terkesan kurang serius menangani persoalan di Danau Tondano, yang bisa berakibat penurunan debit air secara signifikan," kata Kepala Badan Pengelola Daerah Aliran Sungai (BP-DAS) Tondano, di Manado, Rabu (3/2).

Menurutnya, setiap tahun terjadi penurunan debit air sekitar 40 hingga 50 sentimeter dan akan berdampak kekeringan pada 15 hingga 20 tahun mendatang. Kondisi Danau Tondano juga diperparah dengan ancaman pemanasan global yang mengganggu kelestarian lingkungan, tidak adanya upaya penghijauan, serta meningkatkan aktivitas masyarakat di lokasi itu.

Kerusakan juga terjadi akibat illegal loging, kebakaran, konversi hutan, pertambangan golongan C, sehingga berdampak pada erosi dan sedimentasi. "BP DAS Tondano hanya menangani persoalan di aliran sungai dari Danau Tondano, tetapi merasa prihatin dengan kondisi Danau yang saat ini terjadi degradasi," katanya seperti dikutip ANTARA.

Akibat adanya degradasi lingkungan di danau itu, kondisi kedalaman tidak lagi mencapai 20 meter dari permukaan, dibandingkan pada 1934 sekitar 40 meter dan 1983 sekitar 27 meter.(ADO)


    Artikel Selanjutnya
    Pada Hari Lebaran, Dua Kecelakaan Terjadi di Tol Cipali
    Artikel Selanjutnya
    Cerita Buwas soal Anak Buahnya Tak Libur di Idul Fitri