Sukses

Canda Akrab Cagub DKI Saat Tes Kesehatan

Liputan6.com, Jakarta - Pilkada DKI Jakarta 2017 memasuki tahapan tes kesehatan fisik, psikologi dan narkoba. Tes kesehatan berlangsung Sabtu 24 September. Para bakal calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub), yakni pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot), Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni (Agus-Sylvi) dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno (Anies-Sandi), harus menjalani tes kesehatan di Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Mintohadjo Jakarta.

Mereka harus melewati sejumlah rangkaian tes oleh sekitar 80 dokter yang sudah bersiap sejak Sabtu pagi.

Di hari kedua, Minggu 25 September para pasangan calon pemimpin ibu kota itu harus menjalani tes psikologi di hadapan 6 psikolog. Rampung itu cagub-cawagub kemudian tes narkoba di Badan Narkotika Nasional (BNN). 

Kepala RSAL Mintohardjo Kolonel Laut Wiweka MARS mengatakan, tes diawali dengan penjelasan protokol pemeriksaan oleh ketua tim. Kemudian dilanjut dengan penandatanganan persetujuan pemeriksaan kesehatan.

"Nanti pemeriksaan narkoba dan HIV, persetujuan diserahkan ke KPU, menyerahkan berkas data riwayat kesehatan dan obat yang sedang digunakan," tutur Wiweka dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu 24 September 2016.

Menurut dia, pemeriksaan mencakup beberapa hal seperti pengambilan sampel darah, pemeriksaan USG, dan pemeriksaan urine. Tidak ketinggalan para pasangan cagub-cawagub diminta untuk meminum cairan gula, MMPI, pengambilan darah seusai makan.

1 dari 5 halaman

Cair dan Akrab

Meski bakal bertarung untuk jadi orang nomor satu di ibu kota Jakarta, tes kesehatan cagub-cawagub DKI berlangsung cair dan akrab. Para pasangan calon saling sapa dan bercanda akrab.

Bukti keakraban mereka terlihat dari foto selfie yang viral di dunia maya. Dalam foto yang diunggah di akun Instagram Anies Baswedan, terlihat keakraban mereka.

Anies mengakui bahwa dirinya berinisiatif mengajak selfie pasangan calon lainnya. Ajakan itu dilakukan di sela waktu pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Mintohardjo, Jakarta Pusat.

Anies membeberkan, saat itu dirinya tengah berdiri tepat bersebelahan dengan cagub DKI petahana Ahok. Dia kemudian tanpa rencana mengajak mantan Bupati Belitung Timur itu untuk foto bersama.

"Saya yang pegang kamera. Spontan saja. Ada kamera nih yuk kita selfie," tutur Anies usai menjalani pemeriksaan di RSAL Mintohardjo, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Sabtu 24 September 2016.

Mendengar ajakan itu, para pasangan calon lainnya pun turut bergabung. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) ini mengaku sempat beberapa kali mengambil gambar.

"Tiga kali foto hasilnya bagus. Ada yang kabur (blur). Kami ingin tunjukkan saja suasana yang bersahabat," ujar Anies.

Selain itu, Anies juga sempat berbincang dengan para paslon lain. Menurut dia, Ahok paling banyak bercerita hal-hal lucu dalam obrolan di pertemuan itu.

"Pak Basuki cerita lucu-lucu. Senang kok. Kami harap suasana pilkada sampai akhir seperti ini," ungkap dia.

Sandiaga Uno yang berada di sampingnya pun menambahkan, dirinya juga berinisiatif merekam momen bersama pasangan calon lainnya dalam bentuk video. Video yang telah diunggah ke akun instagram Sandiaga itu, menunjukkan kekompakan mereka bersama tim dokter di ruang pemeriksaan.

"Kami lihat si bos (Anies) ambil foto kan enggak enak. Akhirnya saya ambil video, upload ke Instagram," kata Sandiaga.

Keduanya pun berharap, keakraban yang terlihat dalam foto dan video itu tidak hanya dilakukan para calon, namun juga para pendukungnya.

Sandiaga menegaskan, akan ada sanksi bagi siapapun yang menyebarkan ujaran kebencian. Apalagi yang berkaitan dengan isu SARA melalui media sosial, terkait pemilihan gubernur DKI tahun depan.

"Pasti ada sanksi tegas bagi siapapun yang melanggarnya. Komitmen kami adalah menjalankan demokrasi sejuk secara bersama-sama," terang Sandiaga.

Ahok mengatakan, semua pasangan cagub-cawagub sempat berfoto selfie bareng.

"Sempet (bertemu). Kita selfie. Kita, Pak Anies twit, Pak Sandiaga twit. Bikin video biar dinaikin di medsos," tutur Ahok usai menjalani pemeriksaan kesehatan di RSAL Mintohardjo, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Sabtu.

Ahok menyebut, meski mereka rival dalam perebutan kursi DKI 1, hal itu tidak membuat suasana selalu panas. "Kenapa mesti lawan? Temen semua kok. Kamu kira main bola," ujar dia.

Senada dengan Ahok, cagub DKI muda usungan Partai Demokrat yakni Agus Harimurti Yudhoyono juga mengatakan pertemuan mereka cukup baik dan ramah. Malahan, kondisi itu membuat dia berpikir bahwa keenam pasangan calon itu punya kesukaan yang sama, yaitu selfie.

"Kita seru banget. Kita kompak, kita hepi-hepi. Tadi selfie juga berenam. Sama-sama kayaknya semua suka selfie deh," kata Agus usai pemeriksaan.

Agus pun menyebut bahwa mereka tentu saling tukar bicara di dalam. Isi percakapan mereka lebih banyak seputar doa antar pasangan calon agar tetap sehat.

"Obrolan di dalam ya kita saling silaturahmi. Memberi selamat dan doa juga semoga sehat. Proses ini semua berjalan dengan sangat demokratis dan memberi ketenangan bagi semuanya. Bukan sebaliknya," Agus menandaskan.

2 dari 5 halaman

Netizen Sambut Baik

Bakal calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengunggah sebuah foto di akun Instagramnya, @aniesbaswedan.

Foto tersebut menggambarkan dia bersama Sandiaga Uno dan dua pasangan calon kepala DKI lainnya, Agus Yudhoyono-Sylviana Murni dan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok-Djarot Saiful Hidayat tengah berswafoto bersama (welfie).

Dia mengunggahnya sekitar pukul 14.00 WIB, Sabtu (24/9/2016). "Swafoto menjelang pemeriksaan kesehatan :)," tulis Anies.

Foto tersebut menuai reaksi netizen. Ada 5.438 akun yang menyukainya hingga pukul 15.03 WIB. Ada 370 komentar pada jam yang sama.

Mayoritas memuji kekompakan ketiga pasang calon. Mereka juga mendoakan agar ketiga pasangan calon tetap menjunjung tinggi sportivitas.

"Damaaaii... Melihat semua wajahnya sejuuukk.. Jadi kita sebagai penonton jgn membuat panas ya... Siapapun yg terpilih nanti, semoga bisa membawa Jakarta sesuai visi dan misinya.. Semangat utk orang2 terpilih... Semoga tetap dalam jalan kebenaran.. Salam hormat utk Bapak @aniesbaswedan dan Bapak @sandiuno," komentar @aryamardi.

Netizen pun berharap ketiga pasang bakal calon ini mampu menjadi contoh bagi bangsa Indonesia.

"Terima kasih sudah menjadi contoh pak,, semoga supporter gak rusuh berantem (di sosmed) ya ckck. yg terbaik bwt Jkt dan para calon :)," tulis akun @po_id.

"Adem ngeliat nya..salute dan salam hormat tuk pak @aniesbaswedan ..," tulis akun @lanna_amstronk.

Namun, ada juga yang hanya mengomentari ketampanan wakil Anies, Sandiaga Uno. "Pak Sandiaga Uno senyum mulu ya, udah manis bgt kok pak," komentar @nadia_ayw.

3 dari 5 halaman

Ahok Goda Agus

Canda dan suasana cair juga terasa saat cagub-cawagub DKI menjalani tes psikologi dan narkoba di BNN, Minggu 25 September. Tiga pasang calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta menjalani tes narkoba di Badan Narkotika Nasional (BNN) Jakarta Timur.

Saat menjalani tes, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sempat menggoda Agus Harimurti Yudhoyono. Keduanya yang berpapasan dan langsung bersalaman, kemudian Ahok membisikkan sesuatu pada Agus.

Apa yang dibisikkan Ahok pada Agus?

"Saya cuma bercanda, kalau mau potong rambut suruh pilih yang uban, supaya yang sisa lebih banyak yang hitam kita," ujar Ahok sebelum meninggalkan Gedung BNN, Jakarta, Minggu.

Ahok mengaku, ia mengenal dan menghormati orangtua Agus. Agus merupakan putra sulung Presiden RI ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono dan Ani Yudhoyono. "Saya kenal baik, hormat bapak ibunyalah," ujar Ahok.

Saat dibisiki Ahok, Agus hanya tertawa kecil.

Agus-Sylviana menjadi calon terakhir yang mengikuti tes di BNN. Agus datang tak sendiri, ia didampingi istrinya, Annisa Pohan. "Iya dong di dampingi," ujar Agus.

Dalam tes narkoba itu, Agus mengatakan rambutnya dipotong dan tes urine.

"Ya, sama seperti yang lainnya. Tadi dites urine dan rambut, hasilnya pasti mereka yang tau dari BNN. Ya mudah-mudahan ini menjadi contoh yang baik buat seluruh lapisan masyarakat bahwa kita ingin hidup bebas dari narkoba," ucap Agus.

Tiga pasang calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta menjalani tes narkoba di Badan Narkotika Nasional (BNN) Jakarta Timur. Pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Djarot Saiful Hidayat datang pertama kali.

Lalu disusul pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno dan terakhir pasangan Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni.

Setelah 15 menit di dalam laboratorium, Ahok dan Djarot keluar beriringan.

"Rambut saya tadi dipotong. Diambil 50 gram. Bagaimana potongannya? Kalau tidak pitak, bagus, berarti potongan orang BNN bagus," ujar Ahok di BNN, Jakarta, Minggu (35/9/2016).

Usai pemeriksaan itu, Ahok dan Djarot berpisah. Ahok ingin beribadah, sementara Djarot akan menghadiri tahlilan.

"Saya mau ke gereja. Belum ke gereja nih," kata Ahok.

Lalu ditimpali Djarot, "Saya mau kerja. Ada juga mau menghadiri tahlilan," ucap Djarot.

Sementara itu, pasangan Anies dan Sandiaga Uno keluar setelah Ahok. Berselang lima menit, menyusul pasangan Agus dan Sylviana.

4 dari 5 halaman

Bisa Diganti Jika Gagal

Tiga pasang bakal calon peserta Pilkada DKI Jakarta 2017 menjalani tes kesehatan Sabtu dan Minggu, 24-25 September. Namun, bagaimana jika ada calon yang tidak lolos tes kesehatan?

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Sumarno mengatakan, jika ada pasangan cagub-cawagub DKI yang gagal dalam tes pemeriksaan kesehatan, maka partai politik pengusungnya memiliki kesempatan untuk mengganti tokoh tersebut.

Mereka cukup melakukan registrasi persyaratan awal dengan melampirkan dokumen untuk verifikasi dan mengikuti prosedur tes kesehatan.

"Misal ada pasangan gubernur dan wakil gubernur tidak lolos, KPU segera mengumumkan untuk menggantikan calonnya itu," tutur Sumarno di Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Mintoharjo, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Sabtu 24 September 2016.

Menurut dia, hasil tes pemeriksaan kesehatan sangat penting bagi langkah para calon petarung Pilkada 2017. Jika tidak lolos, maka saat itu juga langkah mereka akan terhenti.

"Kalau secara medis tidak memenuhi kualifikasi atau tim pemeriksa menyatakan tidak sehat secara jasmani, ternyata terkait dengan penggunaan narkotik, itu menjadi salah satu alasan KPU tidak meloloskan," terang Sumarno.

"Standar pemeriksaan rohani. Ada ratusan soal tertulis yang harus dijawab. Kemudian ada interview dari tim psikiater. Kemudian nanti dirumuskan secara mental sehat atau tidak," kata Sumarno.

"Hasilnya, 28 September ini sudah harus diterima hasilnya oleh KPU. Ini jadi syarat bagi KPU pada tanggal 24 Oktober penetapan paslon. 25 Oktober pengundian nomor urut," tutup Sumarno.