Sukses

Malam Jumat Keramat di Markas Demokrat

Liputan6.com, Jakarta - Peta perpolitikan di DKI Jakarta mulai jelas. Sementara, masih ada tiga poros yang akan meramaikan pagelaran demokrasi di Ibu Kota tersebut.

Poros pertama beranggotakan PDIP, Golkar, Nasdem, dan Hanura. Mereka bersama-sama mengusung calon kepala daerah petahana, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Djarot Saiful Hidayat.

Sementara, dua poros lainnya sepakat menjadi oposisi koalisi Ahok. Demokrat, PAN, PKB, dan PPP, sepakat menjadi oposisi pertama.

Poros oposisi kedua adalah Gerindra dan PKS.

Namun, ada kemungkinan kedua oposisi ini akan bersatu. Hal ini tersirat dari pernyataan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno.

Sandiaga mengatakan Koalisi Kekeluargaan yang merupakan akar dari poros oposisi, menyepakati hanya akan ada dua pasang calon kepala daerah di Pilkada DKI Jakarta.

Oleh karena itu, mereka sepakat bersatu dan menyamakan tujuan, yakni mengalahkan Ahok.

"Semalam (Rabu 21 September 2016) disepakati hanya dua pasangan calon, baik pertemuan di kediaman Pak Prabowo maupun di Cikeas (SBY)," ucap Sandiaga di kantor pemenangannya di Melawai‎, Jakarta Selatan, Kamis 22 September 2016.

Ketua Umum PPP Romahurmuziy atau Romi pun memberitahukan kesepakatan itu ke koalisi Cikeas.

"Kami bawa kemari hasil pertemuannya (dengan Prabowo dan Sandiaga), kami bahas bersama, kami respons, saya sampaikan ke SBY. Hasil respons saya minta Pak SBY untuk sampaikan kembali ke Pak Prabowo," ungkap Romi di Puri Cikeas, Bogor.

1 dari 4 halaman

Drama Malam Jumat

Tak mau kalah dengan drama yang disajikan oleh PDIP dan Ahok, Demokrat dan sekutunya menyuguhkan teka-teki tentang siapa penantang Ahok dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.

Demokrat, PAN, PKB dan PPP berkumpul pada Kamis 22 September 2016 siang. Mereka membahas soal koalisi dan calon lawan Ahok.

Awalnya mereka mengatakan akan mengumumkan calon kepala daerah jagoannya pukul 13.00 WIB. Namun, hingga waktu salat zuhur selesai, rapat koalisi Cikeas belum selesai.

Mereka baru keluar dari 'kandang' Demokrat pukul 14.30 WIB. Itupun, belum ada nama jagoan yang diumumkan ke publik.

Namun, mereka sepakat mengusung 1 pasangan calon. Hal itu disampaikan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar setelah ketua umum keempat partai kembali berkumpul di kediaman Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat.

"Satu pasangan calon dan kita tetap berkomunikasi dengan teman-teman Gerindra dan PKS agar calon yang disepakati empat partai ini bisa mendapatkan dukungan dari teman-teman Gerindra dan PKS," ungkap pria yang karib disapa Cak Imin itu di Puri Cikeas, Bogor, Kamis (22/9/2016).

Soal nama, koalisi poros baru masih bungkam. Cak Imin menyebut kalau malam ini koalisi terlebih dulu bertemu dengan calon yang akan mereka diusung.

"Tunggu nanti malam jam 11.00. Jumat malam itu kan setelah maghrib," kata Cak Imin sembari tertawa.

Namun, hingga pukul 00.00 WIB Jumat (23/9/2016), para anggota koalisi tersebut belum juga mengumumkan nama yang akan bertarung melawan Ahok di Pilkada DKI Jakarta.

2 dari 4 halaman

Calon Lawan Ahok

Sejumlah nama calon penantang Ahok pun bermunculan. Nama pertama adalah Sandiaga Uno.

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengisyaratkan akan tetap mengusung Sandiaga Uno di Pilkada DKI. Dia mengatakan calon Wakil Gubernur DKI yang akan menjadi pendamping Sandiaga Uno bakal diumumkan pada Jumat (23/9/2016).

"Besok insya Allah (diumumkan)," kata Prabowo di kediamannya di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Kamis 22 September 2016 malam.
 
Kemudian ada nama Agus Harimurti Yudhoyono. Gerindra membahas peluang putra sulung Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono itu dalam bursa Pilkada.

Wakil Ketua DPD Gerindra DKI Syarif mengatakan, "Di dalam tadi simulasi. Ini tinggal mengerucut Yusril, Anis, Sandiaga-Anis dan Agus (Agus Harimurti Yudhoyono)," ujar Syarif.

Ada pula nama mantan Menteri Pendidikan, Anies Baswedan.

3 dari 4 halaman

Ahok Santai

Senyum semringah belum pudar dari wajah Ahok. Calon Gubernur petahana DKI Jakarta itu santai meski banyak partai politik yang berencana menekuk lututnya pada Februari 2017.

Usai mendaftar dan mendapat dukungan dari PDIP, Golkar, Hanura, dan Nasdem, hatinya tenang. Dia hanya perlu memikirkan strategi untuk tetap memikat di mata warga Jakarta.

Lalu, apa tanggapan Ahok mengenai pertemuan-pertemuan yang dipercaya akan menghasilkan calon penantangnya itu?

"Wah bagus dong," ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Kamis 22 September 2016.

Dia mengaku santai saja menghadapi siapa pun yang akan menjadi lawan politiknya. Ahok pun hanya tertawa saat ditanyai tentang pernyataan SBY yang menyebut Pilkada DKI Jakarta rasa pilpres.

"Bagus dong, berarti kelasnya pilpres dong," ucap Ahok sambil tertawa.

10 Komentar

Video Populer

Foto Populer