Sukses

Menunggu Penantang Ahok-Djarot di Pilkada DKI

Liputan6.com, Jakarta - Setelah PDIP resmi mengusung Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Syaiful Hidayat sebagai pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur DKI, kini konstelasi politik semakin hangat.

Pasangan Ahok-Djarot yang mendapat dukungan empat partai yakni Partai Nasdem, Hanura, Golkar dan PDIP, kini menunggu pasangan lawan pada Pilkada DKI Jakarta.

Lawan pasangan Ahok-Djarot jelas pasangan yang diusung partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Kekeluargaan. Yakni Partai Gerindra, Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Koalisi Kekeluargaan mulai pasang kuda-kuda untuk melawan pasangan Ahok-Djarot. Dua spekulasi yang berkembang antara lain, pasangan tersebut akan mendapat dua lawan atau satu lawan.

Kemungkinan pertama, jika Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengusung sendiri pasangannya. Kemungkinan lainnya, kedua partai itu mengusung satu pasangan yang sama dalam Koalisi Kekeluargaan.

Gerindra sendiri sudah mengusung Sandiaga Uno sabagai calon gubernur, belakangan PKS juga menyodorkan Mardani Ali Sera sebagai pendampingnya. Namun kedua partai itu belum menentukan bakal calon pasangan itu.

Ketua DPP Gerindra Desmond J Mahesa menyebutkan, pihaknya tidak bisa menerima Mardani begitu saja. Banyak hal yang harus dipertimbangkan.

"Kalau Mardani tidak didukung partai lain, ya kita masih pertimbangkan. Hari ini, Risma (Tri Rismaharini) menguat juga," ungkap Desmond di Jakarta, Kamis 15 September 2016.

Belakangan, muncul juga nama mantan Mendikbud Anies Baswedan, yang disebut-sebut akan disandingkan dengan Mardani. Tapi itu semua masih abu-abu hanya sebatas test the water.

Pertemuan Cikeas

Suasana silaturahmi mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan para pimimpin media di Puri Cikeas, Bogor, Kamis (27/8/2015). Dalam acara itu, SBY membahas mengenai perekonomian Indonesia saat ini. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Rabu malam 21 September 2016, Koalisi Kekeluargaan menggelar pertemuan di kediaman Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY di Cikeas, Bogor.

Selain SBY dan petinggi Demokrat lainnya, hadir dalam pertemuan ini di antaranya Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, dan Ketua Umum PPP Romahurmuziy atau Romi.

Namun, Partai Gerindra dan PKS absen dalam pertemuan itu. Apakah ini sinyal kedua partai tersebut akan mengusung pasangan calon sendiri? Semua masih ada kemungkinan, sampai Gerindra mendaftar pada hari terakhir pendaftaran di KPUD DKI, Jumat 23 September 2016.

Sementara, pertemuan petinggi Koalisi Kekeluargaan tersebut disebut-sebut membahas skenario mencari lawan Ahok-Djarot pada Pilkada DKI 2017.

"Kemungkinan iya malam ini. Paling cepat habis magrib ini. Dinamika ini harus segera diselesaikan. Mengingat waktu yang kiat mendesak," ujar Wakil Bendahara Umum DPP PKB Bambang Susanto kepada Liputan6.com, Rabu 21 September 2016.

Skenario tersebut ada dua. Pertama, akan menyetujui pilihan Gerindra-PKS yang mengusung Sandiaga Uno-Mardani, atau mencari calon alternatif yang disepakati semua partai di koalisi.

"Atau skenario lain, seperti Demokrat, PAN, PPP, dan PKB akan mencari alternatif calon. Pasalnya kalau Gerindra-PKS kan bisa langsung bungkus suaranya cukup. Kalau sisanya juga bergabung, cukup juga. Inilah kita mencari titik temu," kata Bambang.

Berdasar perhitungan kursi di DPRD DKI Jakarta, keempat partai ini sudah bisa mengusung pasangan calon. PPP memiliki 10 kursi, Partai Demokrat 10 kursi, PKB 6 kursi, dan PAN 2 kursi, sehingga ditotal 28 kursi. Dengan begitu, cukup sudah syarat mengajukan calon, yakni 22 kursi.

SBY sempat berkelakar dengan Juru Bicara Partai Demokrat Imelda Sari yang ikut dalam pertemuan itu. Atmosfir yang dirasakan SBY saat ini seperti pemilihan presiden. Padahal, momennya hanya Pilkada DKI Jakarta.

"Mel, ini Pilkada DKI rasa pilpres," kata SBY sebelum pertemuan berlangsung, seraya tertawa, setelah menyampaikan apa yang dia rasakan.

Siapkan Kejutan

(Ki-ka) Tujuh Ketua DPW DKI Jakarta dari Partai Demokrat, PKS, PDIP, PAN, Partai Gerindra, PPP dan PKB sepakat membentuk Koalisi Kekeluargaan untuk menghadapi Pilgub DKI 2017, dalam pertemuan di Jakarta, , Senin (8/8). (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Terkait Anies Baswedan yang disebut-sebut merapat ke Ciekas pada Rabu malam, Demokrat membantahnya. Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarief Hasan menyatakan, kabar tersebut tidak benar.

"Enggak benar," ucap Syarief kepada Liputan6.com, Rabu 21 September 2016.

Syarief menegaskan pertemuan ini hanya dihadiri Demokrat, PKB, PPP, dan PAN. Bahkan, dia menyebut ingin membentuk koalisi baru tanpa PKS dan Gerindra.

"Yang hadir hanya partai koalisi," tutur dia.

"Ya kita sih maunya bikin lagi, bareng PKB, PAN, PPP," sambung Syarief.

Syarief menyebutkan usai pertemuan tersebut Partai Demokrat baru akan mengajak bertemu Gerindra dan PKS, Kamis 22 September 2016.

"Gerindra Dan PKS baru besok," tandas Syarif.

Selain Anies, Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra, juga disebut-sebut menjadi pilihan yang bakal diusung koalisi ini.

"Ya kenapa enggak tiga calon? Masih dua hari waktunya (pendaftaran Pilkada). Masih banyaklah (calon), bisa Anies, bisa juga Yusril Ihza Mahendra. Tunggu aja," kata Syarief.

Namun, Wakil Bendahara Umum DPP PKB Bambang Susanto menegaskan, tak ada nama Anies Baswesan dalam peta politiknya. "Peta Anies, enggak ada di PKB," ujar dia. 2607664

Sementara, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menyatakan, pihaknya sudah memiliki calon yang mumpuni untuk menandingi pasangan Ahok-Djarot pada Pilkada DKI Jakarta.

"Kita akan siapkan kandidat yang setara dan mudah-mudahan bisa mengalahkan Pak Ahok. Tunggu besok," ujar Zulkifli usai mengisi acara di IAIN Radin Intan, Bandar Lampung, Rabu 21 September 2916.

Namun, Zulkifli masih merahasiakan siapa nama calon yang akan diusung partainya. "Pokoknya tunggu besok (22 September 2016). Nama yang tidak akan terduga. Pokoknya Anda akan terkejut saja melihatnya nanti," ujar Zulkifli.

Sementara, pertemuan antar 4 partai di Cikeas dini hari ini menyepakati untuk mengusung satu nama yang akan menjadi penantang Ahok. Namun demikian, nama tersebut baru akan disampaikan siang nanti.

"Nama sudah mengerucut, siapa dia tentu besok jam 12, ucap Zulkifli dikediaman SBY, Puti Cikeas, Kamis (21/9/2016).

"Dalam penemuan tadi kita semua sepakat 4 partai ini. Untuk mengusung kandidat ada beberapa alternatif sudah mengerucut akan di finalisasi besok," kata Zulkifli.

Dari parpol yang tidak mendukung Ahok-Djarot, hanya Gerindra dan PKS yang tidak hadir dalam pertemuan ini. Karana itu, partai yang berkumpul di Cikeas akan berkomunikasi lebih dalam dengan kedua partai itu.

"Tentu disampingi itu juga kita komunikasi terus dengan teman-teman Gerindra dan PKS," imbuh Zulkifli.

Melihat kondisi itu, segala kemungkinan masih terbuka. Bila seluruh partai bergabung, head to head dengan Ahok-Djarot tak terhindarkan. Sebaliknya, bisa muncul 3 pasangan calon pada Pilkada DKI Jakarta.

"Bisa head to head bisa juga 3. Itulah makanya kita butuh konfirmasi," kata dia.

Sementara, KPUD DKI Jakarta membuka pendaftaran pasangan calon selama tiga hari sejak 21 hingga 23 September 2016. Pasangan Ahok-Djarot menjadi pasangan pertama yang mendaftar pada hari pertama, namun berkas dinyatakan belum lengkap.

Partai Gerindra sebelumnya menyatakan akan mendaftar pada hari terakhir atau Jumat 23 September 2016.