Sukses

Bogor Termacet Kedua Dunia, Bima Arya Rotasi Pejabat Terkait

Adapun beberapa pejabat yang dirotasi di antaranya, pejabat di DLLAJ dan Satpol PP.

Liputan6.com, Bogor - Bogor dinobatkan sebagai kota lalu lintas terburuk kedua di dunia versi aplikasi Waze. Hasil survei ini membuat Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto kebakaran jenggot.

Bahkan, politikus Partai Amanat Nasional itu langsung merotasi beberapa pejabat yang menangani masalah transportasi dan penegakan peraturan daerah. 

Adapun beberapa pejabat yang dirotasi di antaranya, pejabat di DLLAJ dan Satpol PP. 

"Mereka harus lebih sering turun ke lapangan dan memantau perkembangan kondisi arus lalu lintas di Kota Bogor, bukannya tidur," kata Bima, Selasa 20 September 2016.

Menurut dia, keberadaan PKL, parkir liar serta angkot ngetem di sembarang tempat, harus menjadi perhatian serius masing-masing dinas. Karena keberadaan mereka menjadi salah satu pemicu kemacetan.

"Ke depan dinas dan aparatur di wilayah harus saling berkoordinasi untuk kemudian dilakukan penindakan," kata dia.

Untuk memecahkan persoalan kemacetan yang kini menjadi sorotan publik Kota Bogor, bahkan Indonesia, ia akan meningkatkan koordinasi dengan Kepolisian dan Kodim.

"Saya sudah sepakat dengan kapolres untuk melakukan tindakan disiplin bagi pengendara yang melanggar," ujar Bima. 

Sementara kemacetan akibat dampak pekerjaan fisik infrastruktur jalan dan pedestrian, masing-masing dinas diminta untuk saling berkoordinasi dengan baik.

"Ini supaya bisa dilakukan antisipasi dan diinformasikan langsung kepada masyarakat," ucap Bima.

Kepala Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan Kota Bogor Rachmawati menyatakan, hasil survei Waze menjadi cambuk Pemkot Bogor khususnya DLLAJ. Namun demikian, hasil Waze akan dijadikan sebagai momentum bagi dirinya beserta seluruh jajaran untuk evaluasi dan memperbaiki kinerja.

"Sebagai tindak lanjut kami akan lakukan pendataan terhadap para pengemudi angkot dan segera melakukan rerouting," ujar Rachmawati.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini