Sukses


Ketua MPR Zulkifli Hasan: Perkuat Kesalehan Sosial

Liputan6.com, Lampung Selatan Ketua MPR Zulkifli Hasan mengingatkan bahwa momen hari raya Idul Adha 1437 H adalah momen yang sangat bagi setiap umat Islam khususnya dan rakyat Indonesia pada umumnya untuk mempertebal rasa empati dan solidaritas terhadap sesama.

Idul adha yang identik dengan hari berkurban baik kambing, sapi atau domba adalah representasi riil ketaatan dan kepatuhan kepada perintah Allah oleh umat Islam yang mampu menunaikannya, juga sebagai representasi rasa empati dan solidaritas terhadap sesama.

"Sebagai umat Islam, saya dan juga umat Islam lainnya menjalankan perintah Allah yakni berkurban. Dagingnya kita bagi-bagikan ke rakyat. Ini adalah representasi ketaatan kita kepada Allah dan representasi kepedulian kita kepada sesama sebab kita tidak hidup sendiri ada orang lain di sekitar kita. Kepedulian terhadap sesama itulah sangat penting harus dijaga dan dikembangkan. Itulah yang saya sebut sebagai kesalehan sosial," ujar Zulkifli Hasan, usai melihat pemotongan dan pembagian hewan kurban bersama Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan, di desa Sukau di kaki gunung Rajabasa, Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan Senin ( 12/9 ).

Diutarakan Zulkifli Hasan, teladan dalam keikhlasan berkurban bersumber dari riwayat Nabi Ibrahim karena ketaatannya kepada Allah diperintah mengurbankan anaknya patuh yang kemudian diganti menjadi mengorbankan domba.

"Itulah contoh ketaatan yang hakiki, sebetulnya sangat berat ujian yang beliau terima. Tapi beliau sabar dan taat. Sedangkan kita hanya diperintah kurban hewan sapi, kambing atau domba harus taat menjalankannya," katanya.

Dalam momen Idul Adha tahun ini, Zulkifli Hasan mengurbankan 21 ekor sapi yang disebar di beberapa mesjid di Kabupaten Lampung Selatan dan di Jakarta. Dan pada momen tersebut, Zulkifli Hasan turun langsung di beberapa desa di Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan antara lain di desa Sukau, desa Karanganyar dan kampung Pisang menyaksikan pemotongan sapi kurban dan pendistibusian daging kepada yang berhak.

(*)