Sukses

Petaka di Sungai Brebes Saat Hari Kurban

Liputan6.com, Brebes - Sirene lima ambulans meraung-raung menuju Panti Asuhan Putra Muslimat Kauman di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Begitu iring-iringan ambulans sampai di panti asuhan sekaligus pondok pesantren, sejumlah petugas Basarnas dan polisi menggotong lima kantong jenazah berwarna hitam.

Seluruh anggota keluarga Panti Asuhan Putra Muslimat Kauman, Brebes, pun disergap suasana penuh keharuan dan duka. Hari di mana mereka seharusnya merasakan kebahagiaan dan keberkahan Idul Adha 1437 Hijriah seketika berubah menjadi kesedihan. Tangis mendadak sontak menggema di aula panti asuhan tersebut.

Betapa tidak, keluarga panti Asuhan Putra Muslimat Kauman harus kehilangan lima remaja didikannya lantaran mengalami musibah tenggelam saat mencuci daging dan jeroan hewan kurban di Sungai Pemali, Brebes. Kelima remaja tenggelam itu, yaitu Mustakim (18), Muh Ubaidillah (16), Komaludin (13), Sandi Kasmana Wirayudha (14), dan Andre Bimantoro (14).

Saeful (39), warga yang saat kejadian berada tak jauh dari bantaran Sungai Pemali mengungkapkan, Senin siang tadi sekitar pukul 12.00 WIB, tujuh remaja terlihat berada di tepi sungai. Mereka mencuci daging dan jeroan hewan kurban yang baru disembelih di pondok pesantren mereka.

Proses pencarian dan evakuasi tujuh remaja tenggelam di Sungai Pemali, Brebes, Jawa Tengah, saat mencuci daging hewan kurban dari pondok pesantren mereka. Lima orang meninggal dunia, sedangkan dua remaja selamat. (Liputan6.com/Fajar Eko Nugroho)

Setelah selesai mencuci, mereka kemudian bermain-main di tepi sungai sekaligus mandi. Namun nahas, satu remaja yang sedang asyik bermain air terpeleset dan hanyut ke tengah sungai.

Lantaran dalam sungai lebih dari satu meter, seorang remaja yang terpeleset itu pun tenggelam. Ia hilang di dasar sungai.

"Mengetahui seorang temannya tercebur tenggelam di sungai, empat teman lainnya berusaha menolongnya. Mungkin karena panik dan tidak mahir berenang keempat teman lainnya ikut hanyut," ucap Saeful di Brebes, Senin, 12 September 2016.

1 dari 3 halaman

Jeritan Minta Tolong

Melihat lima temannya hanyut dan tenggelam di sungai, dua remaja lainnya yang saat itu bertugas menjaga daging dan jeroan hewan kurban berteriak minta tolong kepada warga.

"Tak lama berselang warga pun datang dan mencari korban tenggelam," dia menambahkan.

Dua remaja itu bernama Puriman (17) dan Dimas Ramadhan (15). Setelah kedua remaja itu berupaya meminta tolong, namun nyawa lima rekan mereka tidak bisa diselamatkan.

Awalnya, sebelum tim SAR dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Brebes datang ke lokasi kejadian. Dua korban berhasil ditemukan dan dievakuasi oleh warga, namun sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Dua korban itu bernama Ubaidillah (16) dan Komaludin (13).

Tim SAR bersama warga mengevakuasi dua remaja dan mencari tiga orang lainnya yang tenggelam saat mencuci daging kurban di Sungai Pemali, Brebes, Jateng. (Liputan6.com/Fajar Eko Nugroho)

Tak lama kemudian, setelah tim SAR, BPBD, Polsek Wanasari dengan dibantu warga kembali menemukan tiga korban lain. Namun, mereka juga sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

Ketiganya adalah Mustakim (18), Sandi Kasmana Wirayudha (14), dan Andre Bimantoro (14). Mustakim dan Andre ditemukan hanya berselang waktu sekitar 20 menit. Sedangkan yang ditemukan terakhir adalah Sandi pada pukul 16.00 WIB.

Setelah seluruh korban dievakuasi, kelima jasad remaja itu dibawa ke panti asuhan untuk diidentifikasi dan dimandikan.

2 dari 3 halaman

Dipulangkan ke Rumah Duka

Menurut Kapolsek Brebes AKP Azhar Sofyan Jafar yang ikut mencari korban tenggelam di Sungai Pemali, kelima jasad korban tenggelam dibawa ke Panti Asuhan Putra Muslimat.

"Setelah para korban sudah ditemukan dan dievakuasi, langsung dibawa ke Panti Asuhan Putra Muslimat. Selanjutnya langsung dipulangkan ke rumah duka masing-masing dengan diantarkan ambulans," ujar Azhar.

Proses pencarian dan evakuasi tujuh remaja tenggelam di Sungai Pemali, Brebes, Jawa Tengah, saat mencuci daging hewan kurban dari pondok pesantren mereka. Lima orang meninggal dunia, sedangkan dua remaja selamat. (Liputan6.com/Fajar Eko Nugroho)

Menurut dia, kejadian lima remaja tenggelam tersebut menjadi pembelajaran warga yang bertempat tinggal di pinggir sungai.

"Terutama bagi warga yang tinggal di bantaran sungai. Harus lebih waspada dan berhati-hati. Utamanya kepada keselamatan dirinya masing-masing, apalagi jangan sampai anak-anak bermain di sungai tanpa pengawasan orang dewasa," Kapolsek Brebes mengimbau.

Tradisi Cuci Daging Kurban

Adapun berdasarkan informasi yang diperoleh Liputan6.com, sebelum musibah terjadi, sejumlah warga yang tinggal tak jauh dari Sungai Pemali juga ‎mencuci daging kurban di sana.

Sudah menjadi tradisi, saat Idul Adha aliran Sungai Pemali kerap kali dimanfaatkan untuk mencuci jeroan dan daging hewan kurban.

Selain beraliran deras dan lebar, Sungai Pemali, Brebes, mudah dijangkau warga. Dengan demikian, bisa memudahkan warga memanfaatkan Sungai Pemali untuk keperluan sehari-hari.

12 Komentar

Video Populer

Foto Populer