Sukses


Zulkifli Hasan: Jangan Sampai Jadi Kuli di Negeri Sendiri

Liputan6.com, Jakarta Ketua MPR DR (HC) Zulkifli Hasan menegaskan, setelah 18 tahun reformasi tentu sudah banyak yang kita capai, dan itu diakui oleh dunia. Seperti kebebasan, demokrasi, pilkada dan pilpres langsung dan sebagainya.

Tapi, menurut Zulkifli, masih banyak pula yang perlu menjadi pemikiran kita. Ia menyebutkan, pertama, persoalan kebangsaan yang mulai memudar, cinta tanah air, Pancasila cuma hafalan. Jajak menyebutkan, sebetulnya sila-sila Pancasila hampir punah dari perilaku sehari-hari. Kedua, persoalan kesenjangan antara kaya dan miskin yang cukup gawat.

Kedua persoalan ini, menurut Zulkifli, sangat penting, sementara kita sekarang ini menghadapi persaingan yang begitu terbuka. Maka, siap atau tidak siap harus kita hadapi. Karena itu, kita harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya.

"Jika tidak siap, kata Bung Karno, maka kita akan jadi kuli di negeri sendiri," ujar Zulkifli dalam sambutan pada pembukaan Rakornas Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR) Muhammadiyah se-Indonesia di Balai Semarak Bengkulu/ Rumah Dinas Gubernur Provinsi Bengkulu, Selasa (6/9).

Hadir pada Rakor LPCR Muhammadiyah yang diikuti LPCR dari 31 provinsi ini, antara lain: Mendikbud Prof. Dr. Muhadjir, MAP, Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti, Ketua Umum PP Muhammadiyah Dr. Haedar Nasir, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Bengkulu dan lainnya.

Dalam kesempatan itu, Zulkifli mengajak anggota persyarikatan Muhammadiyah untuk persiapkan diri sebaik-baiknya. Ia menyebut dua bidang yang harus diperhatikan, yaitu ilmu pengetahuan dan ekonomi.

"Kalau kita tidak sungguh, tidak habis-habisan merebut kedua bidang itu, kita bisa ketinggalan dengan teman-teman kita yang lain," katanya.

(*)