Sukses

UI Sebut Video Mahasiswa yang Tolak Ahok Langgar Etika

Liputan6.com, Jakarta Universitas Indonesia menegaskan jika video orasi menentang Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang diunggah mahasiswanya bernama Boby Febrik Sedianto bersifat ilegal. Karena itu, ia tak berhak mengatasnamakan Universitas Indonesia.

"Video tersebut merupakan bentuk tindakan yang tidak mengindahkan etika kegiatan akademik pada umumnya, dan tata tertib kehidupan kampus pada khususnya," seperti tercantum dalam keterangan tertulis dari Humas dan KIP Universitas Indonesia dalam siaran pers, Selasa 6 September 2016.

Video tersebut telah melanggar Ketetapan Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia Nomor 008/SK/MWA-UI/2014 tentang Tata tertib Kehidupan Kampus UI. Dia melanggar pasal 8 yang mengatakan bahwa 'Warga Universitas Indonesia dilarang melakukan diskriminasi terhadap orang lain atas dasar agama, etnisitas, gender, orientasi seksual, orientasi politik dan cacat fisik'.

Universitas Indonesia pun sudah memanggil Boby dan menanyakan langsung terkait video yang diunggahnya. UI juga menegaskan jika Gerakan mahasiswa (GEMA) Pembebasan UI bukanlah lembaga resmi UI maupun fakultas di UI sehingga tidak diperkenankan menggunakan nama, logo dan atribut UI.

Atas peristiwa ini, UI mengimbau kepada sivitas akademika UI untuk menjaga netralitas institusi pendidikan dan bersama menjaga kampus UI agar bebas dari segala bentuk politik praktis.

Video Orasi Mahasiswa UI

Seorang mahasiswa bernama Boby Febrik Sedianto mengunggah video orasi berlatar belakang gedung Universitas Indonesia. Dalam orasinya, dia mengajak warga Jakarta untuk menolak Ahok di Pilkada DKI Jakarta.

"Saya mengimbau masyarakat Jakarta jangan memilih Ahok sebagai pemimpin mereka. Ahok tidak hanya kafir, tetapi menzalimi warga Jakarta. Dia tidak becus mengatasi kemiskinan dan pengangguran di Jakarta," ujar Boby dalam orasinya.

Selain itu Boby yang mengenakan jaket almamater UI berwarna kuning itu mengatakan jika kasus Sumber Waras dan Reklamasi masih menyisakan misteri karena tak menyeret Ahok dalam hukum.

"Oleh karena itu marilah saya Boby Febrik Sedianto mahasiswa gerakan Pembebasan UI, mengimbau agar jangan memilih pemimpin Ahok dan menggantinya menjadi sistem yang baik," ujar Boby.

1 Komentar

Video Populer

Foto Populer