Sukses

Berbagi Ilmu, Risma Unjuk Gigi Cara Penghematan Anggaran

Liputan6.com, Depok - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berbagi ilmu manajemen kepemimpinan dengan ratusan peserta Sekolah Partai Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Pilkada Serentak 2017, di Wisma Kinasih, Tapos Depok. 

Dalam angkatan kedua Sekolah Partai ini, perempuan yang akrab dipanggil Risma ini di antaranya memberikan materi terkait penghematan anggaran.

Risma menjelaskan saat terpilih menjadi wali kota, jumlah kantor kelurahan di Kota Surabaya terlalu banyak. Jadi, ia mencoba menggabungkan dengan tujuan penghematan anggaran belanja pegawai.

"Pas saya masuk di Surabaya ada 163 kelurahan, saya rasa itu tidak efektif. Kemudian, saya rampingkan menjadi 154 kelurahan," ujar Risma dalam pidatonya di Wisma Kinasih, Tapos Depok, Jawa Barat, Selasa (6/9/2016).

Tak hanya itu, pegawai kelurahan pun tak luput dipangkasnya. Di antarnya, mengurangi jumlah kepala seksi. Rata-rata kepala seksi di kelurahan empat pegawai, sehingga dirampingkan menjadi tiga pegawai.

"Bahkan pegawai UPT pendidikan, kita rampingkan juga yang guru saya kembalikan menjadi guru, yang bukan guru saya masukan di kelurahan yang membutuhkan," ungkap Risma.

Menurut Risma, dasar pemangkasan atau perampingan tersebut telah merujuk pada peraturan daerah. Tentunya, sangat berdampak pada penghematan belanja pegawai. Buktinya, sekitar Rp 43 miliar bisa dihemat per tahunnya dari tunjangan kelurahan.

"Kita butuh untuk yang lebih banyak uang yang turun kepada masyarakat. Karena kalau lebih banyak uang turun ke masyarakat, kita akan menjadi pemimpin yang punya perhatian ke masyarakat," pungkas Risma.

3 Layanan Gratis

Risma juga 'memamerkan' sejumlah keberhasilannya memberikan pelayanan gratis kepada masyarakat. Program gatis yang dikhususkan untuk warga Surabaya yaitu di bidang pendidikan.

Di antaranya digratiskannya sekolah mulai dari PAUD hingga SMA/SMK. Selain itu, internet yang tersedia di seluruh sekolah juga bisa dinikmati secara cuma-cuma alias gratis.

"Sekolah swasta dan negeri kami berikan fasilitas yang sama, sepanjang mengambil Pokda APBD. Maka punya kewajiban dia harus gratis. Pokda APBD itu lebih besar dari BOS (biaya operasional sekolah) nasional," tegas Risma.

Tak hanya itu, pelayanan gratis lainnya untuk warga Surabaya juga terdapat di bidang kesehatan. Misalnya, dengan memberikan Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS), dan memberikan fasilitas ambulans serta mobil jenazah secara gratis selama 24 jam nonstop.

"Siapapun itu kita berikan gratis," ujar Risma.

Selain memberikan pelayanan gratis bidang kesehatan dan pendidikan, Risma juga menyediakan anggaran sekitar Rp 150 miliar untuk memberikan makan kepada lansia miskin, anak yatim, dan difabel.

"Untuk lansia miskin kita berikan makan, anak yatim diberikan makan, orang cacat setiap hari diberikan makan," pungkas Risma.

Video Populer

Foto Populer