Sukses


Ketua MPR Ajak Nasyiatul Aisyiyah Kuasai Ekonomi

Liputan6.com, Jakarta Sebuah survei yang dilaksanakan Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas), mengatakan saat ini banyak generasi muda, serta anak-anak remaja yang makin jauh dan melupakan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Mereka tidak lagi menganggap penting nilai luhur bangsa. Karena itu mereka tidak peduli, bahkan melupakan nilai-nilai luhur bangsa.

Sikap generasi muda yang melupakan dan tidak menganggap penting nilai-nilai luhur itu makin parah akibat majunya arus informasi, khususnya internet. Akibatnya mereka tidak lagi menganggap penting Nusantara. Dan tidak lagi menganggap perlunya nilai-nilai luhur bangsa.

Pernyataan itu disampaikan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, saat menyampaikan Sosialisasi Empat Pilar MPR dihadapan peserta Muktamar ke 13 Nasyiatul Aisyiyah (NA).

Acara tersebut berlangsung di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), pada Jumat (26/8). Muktamar ke 13 Nasyiatul Aisyiyah itu mengambil tema Gerakan Perempuan Muda Berkemajuan, Untuk kemandirian Bangsa

Kondisi tersebut menurut Ketua MPR tidak boleh dibiarkan. Generasi muda, selain mengenal dan menguasai arus informasi global, mereka juga harus mengerti dan mempraktekkan nilai-nilai luhur bangsa. Mereka, menurut Zulkifli, juga harus mempertahankan Nusantara. Tidak membiarkan bangsa ini dikuasai orang lain.

"Anak-anak muda itu akan menggantikan kita, mereka akan menjadi ketua MPR dan sebagainya, karena itu mereka harus tetap dibekali nilai-nilai luhur bangsa Indonesia," kata Zulkifli menambahkan.

Pada kesempatan tersebut, ketua MPR mengingatkan keluarga besar NA tentang berlakunya era Pasar bebas. Pasar bebas kata Zulkifli berarti kompetisi terbuka. Mereka yang tidak siap akan kalah, yang siap dia akan menang.

Karena itu Zulkifli mengajak anggota NA untuk mempersiapkan diri dengan baik. Dan memenangkan persaingan, terutama di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, serta bidang ekonomi.

"Kalau tidak, kata Bung Karno kita bisa jadi kuli di negeri asing, kita bisa jadi kuli di negeri sendiri", kata Zulkifli Hasan. (*)