Sukses

Tangis Haru Paskibraka Berpisah dengan Teman-temannya

Liputan6.com, Jakarta Satu demi satu anggota Paskibraka 2016 kembali ke daerah masing-masing. Bus pertama yang membawa Kalimantan Utara, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, NTB, dan Aceh bergerak dari Wisma PP-PON Menpora Cibubur ke bandar udara Soekarno-Hatta tepat pukul 02.00 dini hari.

Tangis pun pecah saat ada anggota Paskibraka yang akan dipulangkan berpamitan. Teman-teman lain yang baru pulang satu jam kemudian sukarela membawa tas dan koper temannya itu ke dalam bus. Mereka berjalan sambil berpelukan dan saling menyemangati bahwa masih akan ada pertemuan di kemudian hari.



Cut Aura sang pembawa baki diantar para sahabat dari Sulawesi Utara, Jawa Timur, dan Papua Barat menuju bus. Aura sudah menganggap anggota Paskibraka lain seperti saudara lain. "Kalau kita kehilangan saudara rasanya sungguh tidak enak," kata Cut Aura.



Begitu juga dengan Gloria Natapradja Hamel yang tidak kuasa menahan tangis saat mengantar sahabat tercinta Biyan dari NTB ke depan pintu bus. "Semangat, karena kita pasti akan bertemu lagi," ujar Biyan sambil mengusap kedua mata Gloria yang dibanjiri air mata.

Kloter kedua yang dipulangkan adalah NTT, Sulawesi Barat, Gorontalo, Sumatera Barat, Bengkulu, Bali, Maluku, Riau, Sumatera Utara, Lampung, Sumatera Selatan, Jawa Tengah, dan Sulawesi Tengah. Suasana haru pun masih terjadi. Terlebih di kloter kedua ini banyak anggota Paskibraka yang berpisah dengan "teman dekat" masing-masing.



Muhammad Akbar (Kalimantan Barat) harus melepas kepulangan Ade Yuliana Iswan (Sulawesi Barat), juga Aldi Trikurniawan (Jambi) yang terlihat sedikit tidak terima karena harus berpisah dengan Aqila (Jawa Tengah).

Yang menyedihkan justru dialami Nilam. Pembawa baki tim Arjuna ini tidak bisa melihat sahabatnya Aqila pulang. "Tadi waktu Aqila pulang aku di dalam," kata Nilam Sukma Pawening.



Tersisa anggota Paskibraka dari Papua dan Papua Barat yang baru akan meninggalkan asrama pada pukul 11.00 siang, serta perwakilan dari Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten yang tinggal menunggu jemputan. Kedua pembina sekaligus senior mereka di organisasi PPI, Widi dan Irma mengajak yang tersisa ini menengok halaman tempat para peserta Diklat Paskibraka ini latihan PBB dan formasi.



Tangis kembali pecah saat masing-masing anggota Paskibraka mengingat momen-momen mereka digojlok dan dilatih oleh tim Garnisun.