Sukses

Diklat Paskibraka Ditutup, Tugas Baru Jadi Duta Narkoba

Liputan6.com, Jakarta Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Imam Nahrawi menutup Diklat Paskibraka 2016 di PP-PON Menpora Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (24/8/2016). Sebelum seluruh peserta dipulangkan ke provinsi masing-masing esok hari.

Dalam kesempatan itu Menpora mengucapkan terimakasih karena seluruh anggota Paskibraka menjalankan tugasnya dengan baik. Ia juga memuji remaja putra dan putri dari 34 provinsi di Indonesia yang sepanjang masa-masa pendidikan dan pelatihan tidak ada yang tumbang atau sakit.



"Kalian juga jadi perbincangan di mana-mana. Semua pelajaran, keterampilan, dan contoh dari pelatih, senior, dan pembina dijadikan motivasi dan inspirasi di kemudian hari," kata Menpora.

Menpora juga 'membocorkan' dana yang digelontorkan untuk pelaksanaan Diklat Paskibraka 2016 ini. "Tahun 2016 hanya Rp 7 miliar dan 2015 sebesar Rp 12 miliar. Tapi hasilnya, tahun ini jauh lebih maksimal dibanding tahun lalu," kata Menpora.

Tidak lupa Menpora mengingatkan seluruh anggota Paskibraka untuk mengucapkan terimakasih ke orangtua masing-masing. Tanpa restu orangtua para remaja ini bukan siapa-siapa.

"Tanpa Paskibraka, Kemenpora juga bukan apa-apa," kata Menpora.



Setelah Menpora menutup Diklat Paskibraka 2016, seluruh peserta mempersembahkan peragaan busana daerah di Indonesia, menarikan tarian Saman, menyanyikan medley lagu-lagu daerah, dan ditutup menari poco-poco. Ini merupakan hasil latihan mereka selama Diklat.

Penutupan Diklat Paskibraka 2016 dihadiri Pemimpin Redaksi SCTV, Indosiar dan Liputan6.com Mohammad Teguh. Ia menyerahkan kepingan compact disc berisi dokumentasi Paskibraka selama menjalankan latihan sampai mereka bertugas sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka di Istana Merdeka pada perayaan HUT RI 71.

Penutupan ini sekaligus penyerahan anggota Paskibraka menjadi anggota Purna Paskibraka Indonesia yang nantinya akan bertugas sebagai Duta Narkoba di daerah masing-masing.