Sukses

Tangis Paskibraka Pecah Usai Bertugas Mengibarkan Merah Putih

Liputan6.com, Jakarta Seluruh anggota Paskibraka dari tim Arjuna tak kuasa menahan tangis begitu barisan mereka sampai di pelataran Wisma Negara. Tugas mereka menaikkan bendera merah putih berjalan lancar. Tepuk tangan gemuruh pun mereka terima dari seluruh tamu yang memenuhi tenda-tenda di pinggir halaman Istana Merdeka.

Muhammad Aditya Ersyah Lubis yang bertugas sebagai pengerek bendera mengungkapkan sempat takut gagal tarikan bendera tidak sesuai Not lagu Indonesia Raya. Yang membuat ia sedih juga lantaran memikirkan apakah sang ibu menengoknya beraksi.

"Aku yakin ibuku bangga sama aku," kata Aditya Ersyah.



Laurensius GR Rentanubun dari Maluku Utara yang berada di kelompok 17 sempat merasakan grogi yang teramat hebat. Tak hanya Presiden Joko Widodo, banyak tamu negara yang melihat ke arah mereka sehingga perasaan itu muncul begitu saja.

"Tapi sampai tiang bendera groginya turun. Cuma sempat deg-degan pas bendera dibentang. Hati ini tak menentu pas Akbar membentang bendera, benar atau tidak, takut benderanya terbalik," kata Laurensius.

Laurensius seharusnya berada di tim Bima yang bertugas menurunkan bendera. Namun, karena tim Arjuna kekurangan orang, ia diminta pelatih mengisi kekosongan tim tersebut.

"Sore bakal main lagi. Persiapanku paling banyak istirahat dan minum air putih agar fokus di sore hari nanti," kata Laurensius.



Tim Arjuna tak lupa mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berkali-kali mengucapkan terimakasih ke seluruh pelatih yang telah sabar menghadapi mereka selama tiga minggu di Cibubur.

Kekompakan mereka terasa kental karena Gloria Natapradja Hammel yang gagal jadi anggota Paskibraka karena masalah kewarganegaraan, ikut turut gabung menyanyikan yel-yel.


Lalu Argo, Paskibraka putra dari Maluku Utara berinisiatif memimpin doa agar teman-teman di tim Bima berhasil menjalankan tugasnya saat penurunan bendera sore nanti.