Sukses

Hikmah Tergusur dari Paskibraka, Gloria Kini Jago Cuci Baju

Liputan6.com, Jakarta Gloria Natapradja Hamel pasrah jika memang tidak bisa mengibarkan bendera merah putih pada perayaan HUT RI 71. Toh, selama menjalankan Diklat Paskibraka 2016, Gloria sudah berlatih keras untuk menampilkan yang terbaik.

"Pelatih tahu saya mau berusaha. Pembina juga tahu kalau selama ini saya terus berusaha," kata Gloria kepada Liputan6.com, Senin (15/8/2016)

Banyak perubahan yang dirasakan Gloria. Perwakilan Jawa Barat yang gugur menjadi anggota Paskibraka 2016 karena memegang paspor Prancis sekarang sudah bisa mencuci baju sendiri dan lebih bisa menghargai waktu.

"Saya yang tidak bisa mencuci, sekarang jadi pro. Dari saya tidak bisa menghargai waktu dan sering telat, di sini lebih menghargai waktu karena dituntut untuk tidak boleh egois," kata Gloria. Yang merupakan siswi SMA Islam Dian Didkatika.

Gloria tak mau sedih berkepanjangan. Sebab, ia menyadari kalau sedih terus menerus tidak akan ada ujungnya. "Sedih, iya. Kecewa juga iya. Tapi aku mau coba menghargai hukum. Lagipula pak Menpora sudah menghubungi Menham. Kalau memang tidak bisa, itulah adanya," kata Gloria.

1 dari 2 halaman

Hati Saya Indonesia

Gloria Natapradja Hamel harus mengubur mimpi dapat mengibarkan bendera merah putih di Istana Merdeka. Ia gugur jadi Paskibraka karena memiliki pasport Perancis. Gloria mengatakan, kalau memang ia tidak bisa diakui sebagai warga negara Indonesia karena masalah persuaratan, ia pasrah dan menerima keputusan itu dengan lapang dada.

Sebab, Gloria sadar betul kalau selama ini sudah melakukan banyak usaha agar mendapat pengakuan sebagai WNI."Kalau memang seperti itu, tidak apa-apa. Yang penting Tuhan tahu, di hati saya ini warga Indonesia," kata Gloria.

Satu hal yang membuat Gloria Natapradja Hamel sedih adalah saat memutuskan siapa saja orang yang harus ia percaya. "Karena di sini, banyak yang takut tersorot media, kalau memang mereka salah. Banyak yang menutupi itu," kata Gloria.

Gloria juga membayangkan bagaimana kalau yang mengalami hal seperti ini adalah orang lain atau teman dekatnya sendiri. "Kan kasih melihat mereka
menahan kesedihan," kata Gloria Natapradja Hamel.