Sukses


Kejutan di Pertemuan Netizen dan Korlip Media

Liputan6.com, Jakarta Tanpa direncanakan sebelum Ketua MPR DR (HC) Zulkifli Hasan tiba-tiba muncul di dalam Netizen Jakarta Meeting dan Media Meeting di ruang pertemuan Breewerk, Senayan City, Jakarta, Kamis sore, 11 Agustus 2016.

"Saya tadi ada acara di Liputan6.com, di lantai atas gedung Senayan City, lalu ada yang mengabari di bawah ada pertemuan dengan netizen dan media, ya saya kemari," ujar Zulkifli ketika diberi kesempatan berbicara di depan sekitar 75 netizen/ blogger tersebut.

Dalam waktu sekitar 10 menit berbicara, Zulkifli membocorkan sedikit isi pidato yang akan disampaikannya dalam Sidang Tahunan MPR yang akan berlangsung 16 Agustus mendatang.

Zulkifli menyatakan, kalau dilihat di permukaan, demokrasi Pancasila cukup berhasil. Tapi, secara substansial masih belum berhasil, masih jauh," jelas Zulkifli Hasan.

"Seharusnya demokrasi Pancasila itu melahirkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Ini yang belum berhasil," katanya. Ia mengaku banyak berkunjung ke daerah-daerah di Indonesia, menyaksikan sendiri masih banyak rakyat miskin.

Pertemuan dengan para netizen dan para korlip media massa yang diselenggarakan oleh MPR ini juga mendengarkan pengarahan dari Sesjen MPR Ma'ruf Cahyono.

Secara santai Ma'ruf Cahyono menjelaskan tentang mimpi-mimpi MPR. Mimpi-mimpi MPR sesuai visi misinya ada tiga, yaitu: Menjadikan MPR sebagai Rumah Kebangsaan, MPR Pengawal Pancasila, dan MPR Pengawal Kedaulatan Rakyat.

Untuk mencapai mimpi-mimpi ini, menurut Ma'ruf Cahyono, butuh partisipasi semua pihak, tentunya, sesuai dengan kewenangan masing-masing. Termasuk netizen dan media.

Secara gamblang Ma'ruf Cahoyo menjelaskan bahwa dalam bulan Agustus ini, MPR mempunyai tiga hajat besar, yaitu Sidang Tahunan 2016 pada 16 Agustus, peringatan Hari Konstitusi pada 18 Agustus, dan ulang tahun MPR pada 29 Agustus.

Untuk itu, Makruf Cahyono meminta para netizen dan media, sebagai salah satu instrumen alternatif, memanfaatkan ruang-ruang yang dimiliki untuk tugas yang mulia yaitu internalisasi Pancasila.

Ma'ruf Cahyono berharap, para netizen dan media mengkritisi apa yang dikerjakan MPR. "Kritik yang membangun tentunya," harap Ma'ruf. Dari kritikan membangun itu, Ma'ruf Cahyono berharap, ada umpan balik dari masyarakat untuk MPR.

(*)