Sukses

Jokowi Minta Polri Hati-Hati Usut Kasus Haris Azhar

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta Polri berhati-hati dalam menyelidiki kasus dugaan keterlibatan aparat dalam kasus peredaran narkoba seperti yang disampaikan oleh koordinator Kontras Haris Azhar.

“Ditelusuri, diungkap dan diproses kalau benar-benar sesuai yang disampaikan,” ujar Jokowi melalui pesan tertulis usai membuka Kongres ke-3 Asosiasi Mahkamah Konstitusi dan Institusi Sejenis se-Asia, di Nusa Dua, Bali,Kamis (11/8/2016).

Jokowi menyayangkan informasi terkait kasus ini baru diungkapkan sekarang. "Tapi ingat, peristiwa ini sudah lama, sudah 2012. Kenapa tidak diungkap dulu-dulu," kata dia.

Jokowi telah memerintahkan Kapolri untuk membuat tim guna menyelidiki kasus ini. "Itu sudah ada tim di Polri," imbuh dia.

Jokowi mengajak siapapun yang berkompeten mengungkap kasus tersebut, untuk bergabung ke dalam tim yang telah dibentuk Polri.

"Saya sudah sampaikan ke Kapolri siapapun yang memiliki kapasitas untuk masuk dalam tim itu silakan. Semakin banyak pakar yang punya kemampuan untuk mengungkap itu, silakan masuk," ujar Jokowi.

  • Freddy Budiman, merupakan terpidana mati kasus narkoba. Ia dieksekusi pada 29 Juli 2016.
    Freddy Budiman, merupakan terpidana mati kasus narkoba. Ia dieksekusi pada 29 Juli 2016.
    Freddy Budiman
  • Presiden Jokowi hibur anak-anak dengan atraksi sulap di peringatan Hari Anak Nasional, di Pekanbaru, Riau.
    Joko Widodo merupakan Presiden ke-7 Indonesia yang memenangi Pemilihan Presiden bersama wakilnya Jusuf Kalla pada 2014
    Jokowi
  • Haris Azhar adalah seorang aktivis yang bergiat di Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras)
    Haris Azhar adalah seorang aktivis yang bergiat di Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras)
    Haris Azhar
Artikel Selanjutnya
Jokowi Minta Kapolri Telusuri Jenderal Terlibat Sindikat Saracen
Artikel Selanjutnya
Ini Motif Farhan Hina Jokowi dan Kapolri di Facebook