Sukses

Dulu Benci, Sekarang Akbar Jadi Paskibraka Perwakilan Kalbar

Liputan6.com, Jakarta Muhammad Akbar pernah sangat membenci segala sesuatu yang berhubungan dengan Paskibraka. Ia sering meledek adik sepupu yang ikut kegiatan baris-berbaris demi dapat mengibarkan bendera merah putih di sekolah. Di masa itu siswa MAN Model Singkawang menganggap kegiatan paling keren yang dapat dipamerkan ke orang lain hanyalah olahraga voli.

"Dulu sempat benci banget. Waktu itu Akbar bilang, `Apa itu Paskibraka? Cuma angkat-angkat tangan dan cara berjalan juga kayak robot. Mending voli, keren,`" kata Akbar. Calon Paskibraka di Istana Negara ini penyuka olahraga voli garis keras. Ia  sering mengikuti pertandingan voli di Singkawang saat masih SMP.

Akbar merasa tidak enak hati dan bersalah sudah terlalu sering mengejek sang adik sepupu yang kebetulan satu sekolah. Ia tak menyangka kalau sekarang begitu sangat mencintai Paskibraka dan rela melakukan banyak pengorbanan agar dapat mewakili Kalimantan Barat di tingkat nasional pada 2016.

"Itulah, waktu itu lagi main voli, tiba-tiba kakak senior Paskibra di sekolah menghampiri Akbar dan menyuruh gabung ke ekskul itu. Akbar enggak mau tapi dia terus memaksa. Ujung-ujungnya mau juga," kata Akbar.

Ungkapan Jangan Terlalu Benci Terhadap Sesuatu Karena Suatu Saat Bisa Sangat Mencintainya Cocok Diberikan ke Anggota Paskibraka Nasional dari Kalimantan Barat, Muhammad Akbar, 15 Tahun. Ia Menyesal Pernah Sangat Membenci Paskibraka (Foto: ADIITOO.com)

Singkat cerita, Akbar resmi bergabung ke tim Paskibra di sekolah dan merasakan keseruan selama mengikuti latihan baris-berbaris.  Dua minggu kemudian, tiba-tiba seorang pembina dari Singkawang menghampiri, memberi arahan, dan memberi motivasi agar ia mau mengikuti seleksi Paskibraka kota/kabupaten.

"Alhamdulillah terpilih. Dari kota diusulkan ke provinsi, terpilih lagi. Dari provinsi diusulkan lagi ke nasional, terpilih sampai sekarang,"  Akbar resmi jadi peserta Diklat Paskibraka tingkat nasional pada 25 Juli 2016. Akbar yang bercita-cita jadi seorang tentara  akan selalu ingat segala kenangan yang terukir sejak di tingkat kota/kabupaten sampai nasional. Satu hal yang ia sukai dari Paskibraka ini jiwa korsa (kebersamaan) yang tertanam di diri masing-masing anggota.

"Akbar ingat banget, pas pengukuhan di kota, seluruh anggota diberi waktu untuk mandi hanya 30 detik. Sementara kamar mandinya tidak terlalu besar dan cuma ada satu. Dan yang putra jumlahnya ada 20 orang," kata Akbar.

Jadi, kami bagi dua tim, masing-masing 10 orang. Mandilah kami ramai-ramai. Benar-benar telanjang dan sudah enggak bisa pikir yang gimana-gimana lagi. Yang penting mandi dan cepat baris lagi," kata Akbar yang berjanji akan menampilkan yang terbaik dan membuktikan bahwa Paskibraka dari Kalimantan Barat terbaik.