Sukses

Paskibraka dari Papua Ingin Jadi Pilot Perempuan Pesawat AirAsia

Liputan6.com, Jakarta Tragedi jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 dua tahun lalu telah menginspirasi Manasena Susana Gibannebit Giban untuk menekuni profesi sebagai pilot. Karena Susan percaya menjadi Paskibraka bisa memuluskan jalannya menjadi pilot, ia langsung mendaftar ekskul pasukan pengibar bendera di sekolah begitu masuk SMA.

Susan yang merupakan calon Paskibraka tingkat nasional 2016 perwakilan dari Papua ingin sekali bisa mengemudikan pesawat dengan tujuan luar kota. Agar nanti bisa membantu sesama warga Papua, khususnya Wamena, pergi ke tempat yang jauh, yang belum pernah mereka kunjungi.

"Pilot perempuan memang sudah banyak tapi untuk penerbangan luar kota saya rasa belum ada. Sejak kejadian AirAsia itu saya jadi tertarik menjadi pilot yang menerbangkan pesawat besar. Apalagi kalau pesawat AirAsia," kata Susan di Lapangan Wisma PP-PON pada Rabu (3/8/2016).

Menurut Susan, Diklat Paskibraka telah mengajarkannya beretika dengan baik dan benar. Mengharuskannya untuk selalu sopan, memiliki watak dan karakter, juga jasmani yang secara tidak langsung telah terbentuk. "Jadinya tidak kaget untuk menyesuaikan diri dengan cita-cita di masa akan datang," kata Susan.

Susan yang baru saja mendapat predikat sebagai juara umum di SMA Negeri 1 Wamena ini terus belajar agar otaknya lebih berisi. Susan sadar, menjadi Paskibraka saja tidak cukup untuk menjadi seorang pilot tanpa prestasi di bidang akademik. "Rata-rata nilai saya memang 8,5 sampai 9,5 tapi bahasa Inggris saya masih harus diperbagus lagi. Maka itu saya ikut les bahasa Inggris," kata Susan.