Sukses

Anak Dokter yang Jadikan Paskibraka Jembatan Untuk Jadi Polwan

Liputan6.com, Jakarta Paskibraka dijadikan jembatan oleh Janatun Maqwa agar mimpi menjadi seorang polisi wanita (Polwan) terwujud. Meski memiliki ibu seorang bidan dan ayah berprofesi sebagai dokter bedah, bukan berarti perwakilan Sumatera Barat yang kerap dipanggil Nana mau menekuni bidang serupa. Ia sudah mantap mau mengabdikan diri sebagai pelayan masyarakat.

"Banyak yang bilang masuk Paskibraka tingkat nasional, besoknya tes Polwan atau Akpol, Insyha Allah keterima. Jadinya kemarin coba-coba ikut seleksi, tidak tahunya keterima sampai sejauh ini," kata Nana di Lapangan PP-PON Menpora, Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (3/8/2016)

Nana yang sangat menyukai pelajaran fisika baru saja ditinggal sang ayah untuk selamanya. Ayahanda tercinta meninggal dunia saat sedang bertugas di pesisir. Nana sedih tak sempat melihat jenazah laki-laki yang sangat ia cintai untuk terakhir kali karena berada jauh.  "Bukan berarti itu yang membuat Nana tidak mau jadi dokter. Alasan terbesarnya karena Na takut, Kak. Takut sama jahit-jahit dan darah," kata Nana.

Janatun Maqwa atau Akrab Disapa Nana Adalah Calon Paskibraka dari Sumatera Barat. Penyuka Pelajaran Fisika Ini Lebih Memilih Jadi Polwan Ketimbang Dokter atau Bidan Seperti Profesi yang Ditekuni Kedua Orangtuanya. Nana Menjadikan Paskibraka Sebagai Jembatan Agar Mimpinya Itu Terwujud

Nana melanjutkan, sang ibu tidak marah apabila buah hati tercinta lebih memilih menjadi Polwan ketimbang profesi yang sama seperti dirinya. Malah Nana selalu diingatkan agar menjaga fisik dan kesehatan badannya. Hanya saja Nana sempat ditentang mengikuti seleksi Paskibraka tingkat Kabupaten/Kota namun pada akhirnya semua keputusan diserahkan ke putri semata wayangnya itu.

"Menjadi Paskibraka adalah kemauan sejak SMP. Melihat di tv bagus sekali," kata Nana.

"Usaha yang Nana lakukan agar bisa menjadi Paskibraka tingkat nasional adalah ikut ekstrakulikuler Paskib di sekolah dan latihan sendiri di rumah," kata Nana menambahkan.

Semester kemarin nilai fisika Nana sempat turun menjadi 8,6. Lantaran mengikuti pembekalan Paskibraka di provinsi. Ia mengaku sempat terganggu. Setelah dipikir-pikir bahwa ini adalah pengorbanan yang harus ia terima, Nana memilih mengikuti pelajaran tambahan agar keduanya berjalan seimbang.

"Kalau ada waktu luang Nana pergi ke ruang guru. Tanya-tanya materi yang pas Nana nggak masuk," kata Nana yang sering menjadi tempat curhat Fachri, sesama calon Paskibraka dari Sumatera Barat.