Sukses

Lika-liku Gloria Selama Menjadi Paskibraka Nasional 2016

Liputan6.com, Jakarta Punya dua kewarganegaraan sempat menyulitkan Gloria Natapradja Hamel (16) untuk mengikuti seleksi Paskibraka tingkat nasional. Banyak teman di tingkat provinsi yang ragu dengan keseriusan gadis blasteran Indonesia dan Prancis itu. Benarkah Gloria mau panas-panasan selama satu bulan penuh demi sang merah putih?

"Terkadang sakit mendengar dan melihat reaksi orang seperti itu. Cuma satu hal yang bisa saya ambil dari situ kayak kenapa kalian berbicara kayak begitu, ketika saya di sini mau membela negara saya karena saya punya hak atas dua kewarganegaraan saya dan saya berbakti pada Indonesia," kata Gloria, calon Paskibraka perwakilan Jawa Barat.

Bukan bermaksud sombong atau angkuh, Gloria justru mempertanyakan balik orang-orang yang kerap memandang sebelah mata dirinya. Maukah mereka melakukan hal yang sama dengannya? Atau sudah cinta kah dengan Indonesia?

"Belum tentu, kan? Kenapa saya yang notabene-nya setengah-setengah justru sangat cinta pada Indonesia. Saya cuma rada kecewa saja. Mungkin saya mencari titik di mana orang respek terhadap suatu keputusan yang diambil oleh anak-anak muda pada saat ini," kata Gloria.

Gloria Natapradja Hamel adalah Peserta Diklat Paskibraka 2016 yang Diketahui Berdarah Campuran Prandis dan Indonesia. Menjadi Seorang Blasteran Sempat Menyulitkan Ia Saat Akan Mendaftar Seleksi Paskibraka. Banyak Orang yang Memandang Ragu, Benarkah Gloria Mau Panas-panasan Hanya untuk Jadi Pasukan Pengibar Bendera? Semua Keraguan Itu Akan Ia Jawab pada Perayaan 17 Agustus Nanti

Gloria, calon Paskibraka kelahiran 1 Januari 2000 di Jakarta, memiliki ayah berdarah Prancis yang merupakan seorang seniman. Setelah nanti berumur 18 tahun, Gloria diharuskan memilih, mau menjadi warga negara Indonesia atau warga negara asing. "Saya putuskan sebagai warga negara Indonesia," kata Gloria.

Keputusan tersebut diambil Gloria karena Indonesia merupakan negara yang tak ada tandingannya. Indonesia jauh lebih kaya dari Prancis. Menurut siswi SMA Islam Dian Didkatika, Prancis hanya lima persen dari kekayaan Indonesia.

"Indonesia itu besar sekali. Indonesia memiliki kultur yang tidak dimiliki negara lain. Setiap provinsi saja bahasanya sudah berbeda-beda, itu sebuah estetika yang tidak akan mungkin bisa didapat di Prancis," kata Gloria.

Keramahan orang-orang Indonesia kian memantapkan Gloria memilih sebagai WNI. "Beda dengan orang Prancis yang sangat introvert. Saya juga nyaman di sini karena saya punya banyak teman-teman yang bisa membantu saya dalam segala hal," kata Gloria yang mengaku akan sedih jika harus berpisah dengan teman-teman peserta Diklat Paskibraka 2016 lainnya.

Nama : Gloria Natapradja Hamel

Nama Panggilan : Gloria

Tempat dan Tanggal Lahir : Jakarta, 1 Januari 2000

Kelas dan SMA Asal : X, SMA Islam Dian Didkatika

Hobi : Menyanyi

Berat dan Tinggi Badan : 68 kg dan 168 cm