Sukses

Cut Aura, Paskibraka dari Aceh yang Bisa Bahasa Korea

Liputan6.com, Jakarta Kedua orangtua Cut Aura Maghfirah Putri (16) tidak pernah memaksa sang anak mengikuti jejak mereka sebagai anggota Paskibraka tingkat nasional. Peserta Diklat Paskibraka 2016 dari Aceh ini justru mengaku mimpi menjadi seorang anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka muncul lantaran rajin menyaksikan perayaan 17 Agustus di Istana Negara lewat saluran televisi.

"Beneran (tidak ada paksaan). Semua itu terjadi begitu saja, karena dari SD sudah nonton para Paskibraka ini bertugas. Dalam hati, kok keren sekali formasinya. Pas SMP ikut perlombaan yang berhubungan sama baris berbaris, dari situ sudah niat harus jadi Paskibraka," kata Aura.

Ia tak peduli jika hanya lolos di tingkat daerah saja. Bagi Aura, bukan di mana ia bertugas, akan tetapi bagaimana ia bisa memaknai menjadi Paskibraka itu sendiri. "Eh, ikut seleksi Kabupaten, lalu seleksi Provinsi, sekarang malah jebol tingkat nasional," kata Aura menambahkan.

Cut Aura Magfirah Putri yang merupakan siswi SMA Negeri 1 Jeumpa Puteh Banda Aceh mulai mempersiapkan fisiknya sejak SMP. Ia juga rutin mengonsumsi telur setengah matang yang disiapkan sang mama. Menurut Aura, sang mama punya kontribusi besar dalam mewujudkan mimpinya menjadi seorang Paskibraka tingkat nasional yang akan bertugas di Istana Negara.

"Mama setiap pagi rutin menyiapkan telur setengah matang. Mama juga yang selalu memotivasi aku agar aku tidak malas-malasan lari," kata Aura.

"Mama juga yang mendukung aku belajar kesenian daerah. Aku juga belajar PBB melalui Paskibra di sekolah agar aku siap mengikuti seleksi Paskibraka tingkat mana saja," kata Aura menambahkan.

Aura, gadis berjilbab kelahiran 15 Januari 2000 ini tidak hanya menguasai bahasa Indonesia dan Inggris saja tapi juga Korea. Semua berawal dari hobinya mendengar musik dan menonton film-film bergenre drama khas negeri ginseng tersebut.

"Aku suka yang Korea-Koreaan gitu. Suka dance-nya juga. Pas lagi nonton atau dengar lagunya, kok flat karena enggak ngerti artinya, aku jadi ada motivasi buat belajar. Otodidak," kata Aura. Kini ia tak pusing lagi bila menonton film Korea yang tidak memiliki sulih suara dalam bahasa Indonesia.

Seperti remaja pada umumnya, Aura amat menyukai segala sesuatu yang berbau Korea karena tempo dari semua lagu menampilkan kesan yang energik, enak didengar, dan wajah para pesohornya yang membuat kaum hawa seusianya klepek-klepek.

"Ganteng sudah pasti. Sekalian cuci mata," kata Aura menekankan.

Nama: Cut Aura Maghfirah Putri
Nama Panggilan: Aura
Tempat dan Tanggal Lahir: Banda Aceh, 15 Januari 2000
Asal Sekolah: SMA Negeri 1 Jeumpa Puteh Banda Aceh
Kelas: X MIA 3
Agama: Islam
Keterampilan: Menari dan menyanyi
Kemampuan Bahasa Asing: Inggris dan Korea.