Sukses

Lolos Paskibraka, Kado Terindah Stanley Otniel di Hari Ultah

Liputan6.com, Jakarta Siswa dan siswi dari 34 provinsi yang dinyatakan lolos seleksi Paskibraka nasional 2016 tidak kuasa menahan air matanya. Ada peserta yang mengatakan ini kado terindah ulang tahunnya.

Usai pengumuman kelulusan, Kepala Staf Garnisun Tetap 1 Jakarta, Brigjen TNI Yosua Pandit Sembiring mengatakan mereka harus meninggalkan Aula Rumah Sakit Olahraga Nasional (RSON) Cibubur untuk berpamitan ke teman-teman yang akan bertugas di tingkat provinsi. Semuanya langsung menangis sambil sujud syukur, memeluk teman di sebelahnya, dan tak sedikit yang mengumandangkan suara takbir.

Lolos seleksi menjadi salah satu dari 68 orang anggota pasukan pengibar bendera pusaka yang akan bertugas di hadapan Presiden Joko Widodo menjadi kebahagiaan buat mereka. Begitu juga dengan Stanley Otniel Nagatan dari Jawa Tengah yang menyebut lolos seleksi menjadi kado paling terindah yang pernah diterima. Siswa SMA Bruderan Purworejo ini genap berumur 16 tahun pada 25 Juli 2016.

"Ini merupakan hadiah yang paling terindah," kata Stanley yang masih tidak percaya karena dia merasa kurang maksimal sewaktu seleksi PBB dan Parade di Cijantung, Minggu, 24 Juli 2016.

"Saya optimis banget, tidak. Pasrah. Tapi saya berusaha semampunya agar keterima menjadi Paskibraka dan pastinya meminta doa kedua orangtua," ujar Stanley.

Stanley Otniel Genap Berumur 16 Tahun Saat Pengumuman Terpilih Sebagai Anggota Paskibraka Tingkat Nasional 2016

Stanley memang harap-harap cemas menunggu pengumuman yang jatuh bertepatan dengan hari ulangtahunnya. Syukur kalau dinyatakan lolos, kalau tidak? "Pastinya sedih banget. Tapi saya akan tetap bersyukur, karena Tuhan sudah memberikan kesempatan untuk saya berusaha semaksimal mungkin," kata Stanley, pemilik nomor dada dan punggu 050.

Bahagia, sudah pasti. Stanley juga tidak memungkiri, perkenalan singkat selama lima hari telah membuatnya merasa dekat dengan teman-teman lainnya, sehingga dia merasa sedih harus berpisah dengan beberapa teman-teman lainnya.

"Saya sedih karena harus meninggalkan orangtua dan berpisah dengan teman-teman lainnya. Tapi untuk bertugas, mau tidak mau harus berpisah," kata Stanley.

Dia berharap bahwa perkenalan yang singkat itu tidak berhenti sampai di hari pengumuman saja. Semoga komunikasi masih tetap terjalin di mana saja mereka berada.