Sukses

Biar Tak Stres Tunggu Pengumuman, Calon Paskibraka Ikuti Outbound

Liputan6.com, Jakarta Lapangan Wisma PP-PON tidak hanya disulap menjadi miniatur lapangan Istana Negara, yang nanti akan digunakan sebagai tempat latihan 68 anggota Paskibraka tingkat nasional 2016. Panitia juga menyiapkan tujuh permainan semacam outbound di pinggir lapangan untuk peserta seleksi bersenang-senang.

Ke-136 peserta dibagi menjadi tujuh kelompok, sesuai jumlah permainan outbound, yang terdiri dari (maksimal) 20 orang. Ada pun ragam dari permainan outbound yang telah disiapkan adalah flying fox, trust fall, elvis bridge, landing net, tali kusut, two line bridge, dan kotak perangkap. Mereka diberi waktu 40 menit untuk mencicipi semua gim tersebut.

Peserta Paskibraka Sedang Ikuti Outbound (Foto: Aditya EP)


Ketua Panitia Seleksi Paskibraka Tingkat Nasional 2016 Bastaman Harahap mengatakan, outbound bukan bagian dari seleksi. Semua proses seleksi sudah berakhir pagi tadi. "Hari ini pleno akhir. Di samping tim akhir merumuskan penilaian, diadakan semacam outbound atau dinamika kelompok untuk menjalin kekompakan semua peserta seleksi," kata Bastaman kepada Liputan6.com di Wisma-C PP-PON Menpora, Cibubur, Jakarta Timur, Senin (25/7/2016)

Outbound yang berlangsung lebih kurang lima jam itu diharapkan membuat 136 peserta saling mengenal satu sama lain.

Peserta Paskibraka Sedang Ikuti Outbound (Foto: Aditya EP)

"Waktu mereka ini singkat banget. Kalau nanti malam diputuskan siapa yang bertugas di tingkat nasional dan di tingkat provinsi, besok sudah pada pulang. Diharapkan pertemuan ini semacam membangun jaringan mereka dengan sesama yang pernah menjalankan seleksi Paskibraka nasional di Jakarta ini," kata Bastaman. Dengan begitu waktu mereka tidak terbuang sia-sia selama rapat pleno diadakan.

Mengenai tujuh gim yang dipilih tersebut, Bastaman mengatakan bahwa semuanya berkaitan dengan bagaimana peserta seleksi Paskibraka 2016 membangun kerjasama. "Sebenarnya banyak permainan outbound. Tujuh ini dianggap yang risikonya sangat kecil, bahkan tidak ada," kata dia menambahkan.

Semua peserta begitu menikmati kegiatan outbound hari ini. Antusiasme mereka terlihat sejak Asdep Kepemimpinan dan Kepeloporan Pemuda, Ibnu Hasan, S.Pd., M.Pd mengajak bermain sebuah gim yang menguji fokus dan kekompakan mereka.

Peserta Paskibraka Sedang Ikuti Outbound (Foto: Aditya EP)


Clara, peserta seleksi dari Bengkulu, yang berhasil memainkan tiga gim, merasa senang karena outbound ini bisa mengalihkan pikiran akan hasil yang akan diterima malam ini. Outbound ini juga semakin mempererat hubungan perteman dengan peserta dari 33 provinsi lainnya.

"Aku main tali kusut, two line bridge, dan satu lagi aku lupa namanya. Itu tuh (menunjuk gim tali kusut)," kata Clara. Menurut siswi SMA Negeri 3 Bengkulu, gim-gim yang ada di outbound ini memiliki makna bahwa sebagai manusia, tidak hidup sendiri di muka bumi ini. Ada kalanya manusia harus meninggalkan keegoisan diri sendiri untuk orang lain.

"Satu kelompok kan hanya beranggotakan 20 orang. Sementara waktu bermain hanya 40 menit untuk satu gim. Kalau kita mau egois, bisa saja memainkan semuanya. Karena sadar kita ini tim, harus memikirkan teman juga untuk menjaga kekompakan," kata Clara.

Peserta Paskibraka Sedang Ikuti Outbound (Foto: Aditya EP)

Sama halnya dengan gim tali kusut. Selain menguji konsetrasi dan fokus, gim ini mengajarkan peserta untuk tidak mementingkan diri sendiri. "Harus pikirin tali teman juga. Tali mereka dan tali sendiri tidak boleh melilit," ujar Clara.

Peserta dengan nomor dada dan punggung 110, Gaby, paling senang bermain landing net. Gim ini mengharuskan dia berani, sekali pun talinya cukup tinggi. "Landing net juga mengajarkan saya bahwa saya harus percaya sama orang lain. Kalau kita percaya sama dia, dia akan percaya sama kita," kata Gaby.

Peserta Paskibraka Sedang Ikuti Outbound (Foto: Aditya EP)

Ada pun gim favorit Gaby, yang tercatat sebagai siswi SMA Negeri 1 Bao-bao, Sulawesi Tenggara, adalah flying fox. "Aku nggak takut sama ketinggian. Malah suka. Memangnya aku ibu negara yang takut ketinggian," kata Gaby melirik ke Clara sambil bercanda. Teman-teman calon Paskibraka 2016 memanggil Clara dengan sebutan ibu negara. Sebagai ketua, Clara dianggap sebagai sosok yang tegas dan cerdas.

"Kalau aku sama kayak Gaby, sukanya flying fox. Seru. Awalnya memang takut tapi ternyata tidak semenakutkan yang aku bayangkan," kata Tifatul Umairah, 072, siswi SMA N 1 Bolo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat.