Sukses

Karaoke Massal dan Stand Up Comedy ala Paskibraka di Tengah Ujian

Liputan6.com, Jakarta Siswa dan siswi dari 34 provinsi yang saat ini sedang mengikuti seleksi Paskibraka tingkat nasional 2016 di PP-PON Menpora Cibubur, Jakarta Timur, selalu punya cara mengusir rasa bosan, menunggu nama mereka dipanggil. Tingkah laku tersebut memerlihatkan bahwa mereka adalah para pelajar yang tidak hanya jenius tapi juga kreatif.

Sesama peserta tidak sungkan melempar candaan meski baru saling mengenal. Jika di hari pertama karantina para peserta hanya berkomunikasi dengan teman satu provinsi, di hari kedua, ketiga, dan keempat suasana mulai mencair. Satu sama lain saling membaur.

Seperti yang terlihat saat mereka akan mengikuti seleksi PBB dan parade di Aula Gedung Ahmad Yani, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Minggu (24/7/2016). Seleksi dilakukan per gelombang yang terdiri dari beberapa orang peserta. Waktu seleksi dari masing-masing gelombang sekitar 30 menit sampai satu jam. Ketika gelombang pertama masuk ke tempat seleksi, gelombang lain menunggu giliran di teras  (peserta perempuan) dan di pekarangan samping gedung (bagi peserta laki-laki).

Dari kelompok peserta perempuan, terlihat ada yang latihan, bermain permainan daerah, dan sebagian lagi mengisi waktu kosong dengan bernyanyi. Dimulai dari peserta Maluku Utara yang hanya bersenandung lagu dari daerah asalnya. Mendengar suaranya bagus, teman-teman yang lain memintanya untuk menyanyikan lagu lainnya.

Sambil Menunggu Waktu Ujian Fisik Paskibraka 'Karaoke Massal' (Foto: Aditya EP)

"Mau request lagu? Boleh," kata peserta dari Maluku Utara dengan nomor dada 085. Permintaan datang bertubi-tubi. Ada yang minta dinyanyikan lagu milik Rizky Febian, One Direction, dan ujung-ujungnya yang mereka nyanyikan adalah lagu dari Ello yang diakhiri dengan menyanyikan lagu milik Pasto, Aku Pasti Kembali. Karaoke massal terjadi di hampir semua lagu.



Suara adzan Dzuhur berkumandang dari masjid tempat seleksi diadakan. Semuanya diam. Satu sama lain saling mengingatkan yang muslim untuk beribadah terlebih dahulu. Peserta dari Aceh mengingatkan peserta dari Jakarta untuk membersihkan celana bagian bawah yang kotor penuh lumpur.

Saat teman-teman yang muslim melaksanakan sholat Dzuhur berjamaah, peserta seleksi yang beragama Nasrani, Hindu, Budha, yang sedang berhalangan duduk bergerumul di teras Gedung Ahmad Yani. Mereka lalu meminta Arsam Yawan, perwakilan dari Papua, untuk stand up comedy. Maklum saja, Arsam adalah peserta yang memecehkan keheningan di lantai 3 Rumah Sakit Olahraga Nasional saat peserta seleksi Paskibraka tingkat nasional 2016 tengah pemeriksaan kesehatan di hari ke-2.

"Dia itu lucu. Sebenarnya, ceritanya dia biasa saja. Tapi karena pas cerita dia menggunakan bahasa daerah asalnya, jadinya lucu," kata Juan, perwakilan Maluku Utara.

Jam menunjukkan pukul 12.30 WIB. Semua peserta diminta masuk ke dalam aula Gedung Ahmad Yani untuk santap siang. Selesai santap siang, peserta harus kembali menunggu di luar. Kali ini giliran peserta seleksi laki-laki yang bikin gaduh. Terdengar alunan lagu Gemu Famire (Maumere) yang mereka bawakan secara bersama-sama. Mereka yang biasanya tegap, tadi siang terlihat lebih santai dengan goyang bersama. Tampak dua orang pembina berada di antara peserta.

Usai bernyanyi dan berjoget bersama, lagi-lagi peserta dari Papua yang jadi "korban" kejahilan peserta laki-laki. Dia diminta menyanyikan lagu yang sama sambil berjoget. Peserta itu tanpa ragu dan malu memenuhi permintaan teman-temannya.

"Kalau nggak kayak begini bakal kaku banget. Joget-joget kayak tadi semakin mengakrabkan mereka," kata Wahyu Saputra, sang pembina.