Sukses

Tidak Ada Istilah Gugur dalam Seleksi Paskibraka 2016

Liputan6.com, Jakarta Pelaksanaan seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional sudah dilakukan di daerah di seluruh Indonesia. Empat orang terpilih, terdiri atas dua orang siswa dan dua orang siswi, dari masing-masing provinsi akan dikirim ke Jakarta untuk menjalani serangkaian tes.

Plt Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Drs H Sakhyan Asmara MSP, mengatakan, dalam seleksi Paskibraka tidak mengenal istilah sistem gugur. Hanya saja, dua orang akan dipilih untuk bertugas di Istana Negara dan dua orang lagi dipilih untuk mengemban tugas di tingkat provinsi.

"Tidak ada sistem gugur karena itu pilihan. Tidak mudah untuk lolos jadi empat besar. Adik-adik kita itu hebat-hebat, lho," kata Sakhyan kepada Liputan6.com, Kamis (21/7/2016)

Supaya kamu kuat jadi paskibraka, sebaiknya konsumsi makanan-makanan berikut ini.

Empat orang tersebut diseleksi dan dipilih oleh pelatih dan pembina yang sudah dilatih di pusat. "Ada sertifikat dan surat yang diterbitkan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga sebagai pengakuan. Sertifikatnya juga skala nasional," ujar Sakhyan.

Menurut Sakhyan, penyeleksian semacam ini dilakukan guna menghindari memilih "kucing dalam karung". Jangan sampai yang dikirim ke tingkat nasional tidak mempunyai kemampuan apa-apa dan juga tidak sehat secara jasmani.

"Memilih kucing dalam karung belum tentu optimal. Juga untuk menghindari hal-hal lain yang mungkin akan memengaruhi dalam pengiriman calon," kata Sakhyan.

Empat orang siswa-siswi terbaik dari 34 provinsi di Indonesia mulai menjalani seleksi pada Kamis (21/7) sampai Senin (25/7). Selama empat hari tersebut, semua calon anggota Paskibraka tingkat nasional dan provinsi akan menjalani serangkaian tes. Tes urine, tes kesehatan dan kebugaran, bimbingan mental, psikotes, tes kesamaptaan (jasmani), parade, dan PBB, serta tes pengetahuan umum dan kesenian daerah.

[Bintang] 6 Hal Ini Tanpa Sadar Kamu Lakukan Karena Jadi Paskibraka

"Tim seleksi bukan orang sembarangan. Ada dari psikolog, Kemenlu, garnisun, sampai kepolisian," kata Sakhyan menjelaskan.

"Nanti, mana yang punya kriteria untuk bertugas tingkat nasional, tinggal. Mana yang dianggap tepat di daerah akan kembali ke daerah," kata Sakhyan menekankan.