Awas..Penculikan Anak

on

Liputan6.com, Jakarta: Kasus penculikan anak, belakangan ini kembali marak. Namun, kali ini modus yang digunakan para pelaku berbeda dengan kejadian-kejadian sebelumnya. Untuk memperdayai korban, pelaku menggunakan teknik mirip hipnotis. Seperti yang dialami Hoiriyah, warga Depok, Jawa Barat. Ibu rumah tangga ini kehilangan anaknya yang masih berusia 11 bulan. 

Kasus ini bermula saat dua orang yang diduga pasangan suami-istri menumpang berteduh di rumah Hoiriyah. Selang beberapa waktu, sang ibu tertidur pulas dan mendapati bayinya yang bernama Aulia dibawa kabur. Polisi menduga Hoiriyah dihipnotis sehingga tak sadarkan diri. "Saya justru tak sadar telah punya anak," kata Hoiriyah dalam perbincangan dengan SCTV di acara Dialog Pagi, Rabu (14/10) [baca: Polisi Terus Usut Penculikan Bayi di Depok].

Hingga hari ini Hoiriyah selalu menangis jika teringat anaknya. Kenangan yang kerap diingat Hoiriyah adalah kebiasaan Aulia yang selalu menghampirinya jika ia sedang salat. "Ia juga lucu..! dipanggil siapa saja pasti mau," katanya. Karena itu, Hoiriyah sangat berharap si penculik segera mengembalikan Aulia. "Tolong kembalikan, ia masih membutuhkan saya," imbuhnya.

Menurut Mardigu, pakar hipnotis, penculik Aulia belum tentu ahli hipnotis. Ia hanya menggunakan teknik mirip hipnotis. Caranya dengan memandang korban supaya fokus kemudian tertidur.

Mardigu menambahkan, ada beberapa teknik hipnotis, di antaranya pengalihan, memberi benda, serta fokus atau mempengaruhi. Khusus penculikan anak, si pelaku sebelum mempengaruhi selalu mempelajari kebiasaan korban. Karena itu, disarankan kepada orangtua agar mengajarkan anaknya supaya berhati-hati jika bertemu dengan orang asing. Caranya, jaga jarak dengan orang itu supaya ia tidak bisa menepuk atau memegang. Bila bertanya panjang lebar, jangan dijawab. "Kemudian jangan ditatap. Tinggalkan segera dengan sopan," kata Mardigu. Simak selengkapnya dalam video.(IAN) 

Suka artikel ini?

0 Comments