Sukses

Soetrisno Bachir: Minat Investasi, Banyak Tamu Asing Datangi KEIN

Liputan6.com, Jakarta - Sekian lama berada di luar pemerintahan, Soetrisno Bachir kini mengemban tugas sebagai Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional atau KEIN. Ia menakhodai komite yang bertanggung jawab langsung kepada presiden hingga tahun 2020 mendatang.

Bersama 19 anggota KEIN termasuk wakil dan sekretaris, politikus sekaligus pengusaha yang akrab disapa dengan panggilan Pak Tris tersebut dilantik oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Rabu 20 Januari 2016 lalu.

Presiden Jokowi (kanan) menyalami Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Soetrisno Bachir usai pelantikan pengurus KEIN di Istana Negara, Jakarta, Rabu (20/1). Pembentukan KEIN sesuai Perpres Nomor 8 Tahun 2016. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Lantas, apa saja yang telah dilakukan KEIN dalam beberapa pekan terakhir? Dan apa target KEIN ke depan?

Soetrisno menerangkan, KEIN mengemban tugas dari pemerintah untuk melakukan kajian strategi demi pengembangan ekonomi dan industri. Selain itu, KEIN mendapat tugas memberikan saran kepada pemerintah untuk mengembangkan ekonomi dan industri.

Terlebih, menurut dia, pertumbuhan industri nasional saat ini cenderung tertinggal dibanding negara lain.

"Bahkan kalau dibandingkan dulu dengan Orde Baru, pertumbuhan industri zaman Orde Baru itu melebihi pertumbuhan ekonomi nasional. Sedangkan sekarang setelah Reformasi lebih kecil pertumbuhan ekonominya," ucap Soetrisno Bachir saat berbincang di Studio Liputan 6 SCTV, Senayan City, Jakarta Pusat, belum lama ini.

Lantaran itulah, KEIN bakal menyusun roadmap (peta jalan atau penentu) reindustrialisasi. "Kita minta waktu mungkin 6 bulan untuk membuat roadmap reindustrialisasi," ungkap mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional tersebut.

Soetrisno yang sempat menjadi tokoh di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) menuturkan, roadmap yang digarap KEIN terdiri dari 4 poin penting. Pertama, pengembangan industri menyesuaikan keadaan sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) di masing-masing wilayah Tanah Air.

Kedua, industri mempertimbangkan penyerapan tenaga kerja. Ketiga, yaitu mengedepankan industri kreatif. Terakhir, mendorong industri berbasis inovasi dan teknologi.

Minat Investor Asing

Soetrisno Bachir mengungkapkan pula, minat investor untuk membenamkan modal di Indonesia semakin meningkat. Dia mengatakan, hal tersebut terlihat dari banyaknya investor yang menyampaikan minatnya pada KEIN.

Satu di antaranya, para investor itu juga tengah menjajaki investasi di fasilitas pemurnian mineral (smelter). "Di KEIN itu banyak kedatangan tamu-tamu investor yang ingin investasi di Indonesia. Misalnya smelter," beber pria kelahiran Pekalongan, 10 April 1957 tersebut.

Kendati demikian, pendiri Grup Sabira itu mengungkapkan, para investor tersebut meminta kepastian adanya ketersediaan infrastruktur seperti listrik. Tak hanya itu, para investor juga meminta konsistensi pemerintah dalam hal regulasi.

"Kedua jangan diubah lagi peraturannya nanti diperbolehkan ekspor barang mentah. Ini yang disinkronkan. Kita sampaikan (ke) Presiden, penting undang-undang peraturan, jangan berganti-ganti karena desakan perusahaan tertentu," ujar Soetrisno.

Bagaimana penjelasan Soetrisno soal fenomena PHK di sektor industri? Dan bagaimana pandangan dia terhadap prospek industri ekonomi kreatif di Tanah Air? Simak wawancara khusus Liputan6.com dengan Ketua KEIN Soetrisno Bachir yang dipandu Pramita Andini berikut ini.