Sukses

Dubes Tanizaki: MRT Jepang Akan Urai Kemacetan Jakarta

Liputan6.com, Jakarta - Jakarta terancam macet total. Lalu lintas Ibu Kota diperkirakan mampet pada tahun 2020 akibat kapasitas jalan yang tak sebanding dengan jumlah kendaraan yang melaju di atas aspal.

Kondisi itu tak hanya memicu stres pengguna jalan, tapi juga menimbulkan kerugian ekonomi sekitar Rp 65 triliun per tahun -- di antaranya dari bahan bakar yang terbuang percuma, dampak polisi udara, dan waktu yang tersia-siakan.

Mimpi buruk tersebut niscaya akan menjadi nyata jika tak ada langkah perbaikan yang diambil. Salah satu solusi untuk mengatasi kemacetan Jakarta dan meningkatkan kualitas kehidupan warga adalah dengan pembangunan moda transportasi Mass Rapid Transit (MRT).

Pembangunan MRT Jakarta yang sedang dilaksanakan bekerja sama dengan pihak Jepang. MRT Jakarta  akan membentang sepanjang 110,8 kilometer yang dibagi menjadi dua koridor, yakni Koridor Selatan - Utara (Lebak Bulus - Kampung Bandan) sepanjang 23,8 kilometer dan Koridor Timur - Barat sepanjang 87 kilometer.

Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Tanizaki Yasuaki mengatakan, pihaknya merasa sangat terhormat bisa bekerja sama dan bergabung dalam pembangunan MRT di Jakarta.

"Kami berharap, dengan menggunakan teknologi dari Jepang, kemacetan bisa diatasi ke depannya," kata dia wawancara khusus dengan Liputan6.com, belum lama ini. "Kemampuan Jepang telah diakui. Kami memiliki teknologi canggih, juga pengalaman panjang (terkait MRT). Sudah sejak lama kami mulai mengoperasikan kereta bawah tanah (subway)," imbuh dia.

Selain berbincang tentang MRT, Dubes Tanizaki juga menuturkan tentang kerja sama Jepang dan Indonesia, terutama di bidang ekonomi.

Dalam wawancara, Dubes Jepang mengungkapkan pula tantangan yang ia hadapi selama hampir 2 tahun bertugas di Indonesia. Termasuk, harapan-harapannya terkait masa depan dua bangsa.

Saksikan wawancara Dubes Jepang untuk Indonesia Tanizaki Yasuaki yang dipandu Adanti Pradita selengkapnya dalam tayangan program 'The Ambassador' berikut ini.