Sukses

Sigi Investigasi: Stasiun Pengisian Ilmu Kebal Part II

Liputan6.com, Jakarta - Pengisian ilmu kebal ke dalam tubuh manusia biasanya digunakan untuk penjagaan diri dari serangan. Dilihat dari sisi baiknya, pengisian ilmu kebal biasanya dimanfaatkan oleh profesi-profesi yang rawan serangan kejahatan.

Tak hanya itu, profesi tersebut juga punya kecenderungan bertaruh nyawa. Namun, sebagian lagi mempergunakan ilmu kebal ini untuk mempermulus aksi kejahatan.

Jelang dini hari saat sebagian orang mulai beristrahat, di pojok Kota Jakarta sekelompok orang tengah berbagi rasa benci dan amarah yang begitu besar, mereka luapkan dengan saling tarung.

Apa saja benda yang ada di sekitar mereka menjadi senjata. Mulai dari batu, petasan, dan benda-benda lainnya berterbangan mencari mangsa.

Biasanya hanya karena didorong persoalan sepele, namun karena hawa nafsu berperang yang lebih besar, persoalan kecil bisa jadi raksasa. Biasanya tawuran seperti ini memicu banyak korban, walau ada pula yang berhasil lolos dengan berbagai cara.

Kisah para penjahat beda lagi. Tak selalu beruntung, mereka bisa membawa kabur barang jarahannya. Namun nahas saat tertangkap tangan. Pasrah, penganiayaan yang bertubi-tubi pun datang tak dirasa lagi pada sang penjahat yang tertangkap tangan.

Sang penjahat hanya bisa menunggu penegak hukum yang datang dan bisa menyelamatkan nyawanya. Meski juga tak dipungkiri, secara aneh beberapa maling bisa lolos walau alami penganiayaan berat.

Para pelaku kejahatan ini seperti tak segan kembali praktik di bidang kejahatan. Seolah hukuman masyarakat keroyokan brutal dianggap angin lalu saja, sejumlah informan membagi informasi soal sebagian dari para tokoh kriminal kepada Tim Sigi Investigasi SCTV. Dan ternyata ada yang melindungi tubuhnya dengan ilmu kanuragan.

Tim Sigi Investigasi SCTV lalu mengontak seorang informan yang paham betul pemain-pemain di bidang pengisian ilmu kebal.

Di rumah yang kabarnya sering digunakan untuk mengisi macam-macam ilmu yang sulit di nalar akal sehat, salah satunya adalah ilmu kebal ini, kami mendapati sejumlah barang yang disebut wapak atau isim. Lazim dikenal dengan sebutan jimat.

Ada cara lain yang lebih ekstrem untuk mendapatkan isian ilmu kanuragan dan sudah barang tentu si pengguna harus rela melakukan kewajiban yang diminta si orang pintar. 

Dan saat kami datang, kebetulan memang sedang ada pasien. Tak sembarangan untuk melakukan pengisian ilmu kanuragan ke dalam tubuh. Perlu beberapa tahap ritual yang harus dilalui terlebih dahulu.

Sesuatu yang tak mungkin bisa dipahami secara rasional pun terjadi. Tubuh si pasien bertransformasi selayaknya tokoh super hero Superman yang tahan terhadap benda tajam.

Di beberapa kawasan Tanah Air, lazim kita mendengar istilah preman lokal yaitu penguasa wilayah tertentu yang disimbolkan dengan jawara atau penyebutan lainnya.

Menjadi penguasa wilayah beragam risikonya. Apalagi jika lokasi yang dikuasai adalah lahan basah atau banyak menghasilkan uang, sehingga mengundang musuh datang.

Kewaspadaan dan keberanian serta tangan kosong saja tak cukup untuk berbekal diri. Maka pengisian ilmu kebal menjadi alternatif

Guna menghadapi kejahatan dengan metode beragam, yang kadang juga tak bisa dipahami secara akal sehat. Aparat keamanan seharusnya lebih waspada dan mungkin perlu mempelajari bagaimana mengantisipasi tindak kejahatan seperti ini, sehingga bisa meredam kejahatan kejahatan serupa.

Apakah benar seseorang bisa menjadi kebal? Bagaimanakah cara pengisian ilmu kebal tersebut? Saksikan selengkapnya dalam tayangan Sigi Investigasi SCTV edisi Sabtu (05/12/2015), di bawah ini.

Artikel Selanjutnya
Kapolda Metro: Angka Kejahatan di Jakarta Menurun 70 Persen
Artikel Selanjutnya
Ditinggal Mudik Warganya, Kualitas Udara Jakarta Membaik