Sukses

Dubes Prancis: Tumpas Teroris Kita Harus Kerja Sama

Liputan6.com, Jakarta - Hanya berselang 2 pekan usai teror mengguncang Paris dan menewaskan 130 nyawa manusia, lebih dari 100 pemimpin dunia termasuk Presiden Joko Widodo datang ke ibu kota Prancis tersebut. Mereka berkumpul dalam Konferensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim (COP21), membicarakan langkah-langkah yang harus diambil untuk menyelamatkan Bumi dan segala isinya.

Presiden Prancis Francois Hollande menegaskan, isu perubahan iklim tak kalah penting dibanding isu terorisme. "Itu adalah 2 tantangan global yang harus kita hadapi...demi generasi yang akan datang," ujar Hollande seperti dikutip dari Reuters.

Hal itu pun ditegaskan Duta Besar Prancis untuk Indonesia Corinne Breuzé. Menurut dia, sekalipun teror baru saja reda, COP21 harus tetap dilaksanakan. Sebab, masalah perubahan iklim adalah persoalan besar yang harus dicari jalan keluar atau solusinya.

"Dalam satu kesempatan Presiden kami menegaskan ini merupakan konferensi PBB untuk membicarakan perubahan iklim yang merupakan isu penting dunia dan warga planet ini. Karena konferensi tersebut ditujukan untuk mencegah naiknya temperatur planet ini sebanyak 2 derajat," ucap Breuzé dalam wawancara khusus 'The Ambassador' bersama Liputan6.com, beberapa waktu lalu.

Kehadiran delegasi Indonesia yang dipimpin langsung Presiden Joko Widodo ke COP21 punya arti sangat penting. "Indonesia memiliki arti penting bagi banyak hal. Pertama karena (Indonesia) korban dari perubahan iklim, naiknya permukaan laut, perubahan musim dan banjir. Kedua, Indonesia adalah salah satu penghasil emisi gas rumah kaca," sambung dia.

Pada kesempatan tersebut, atas nama Pemerintah Prancis, Breuzé sekaligus menyampaikan terima kasih sebesar-besar kepada pemerintah Indonesia dan Presiden Jokowi. Menurut dia, Indonesia selalu berada di samping Prancis yang sedang mengalami cobaan akibat serangan teroris.

"Melalui kesempatan ini saya ingin menyampaikan terima kasih pada pemerintah Indonesia khususnya Presiden Joko Widodo serta warga Indonesia atas pesan duka yang begitu hangat," tukas Dubes Prancis.

Apalagi, imbuh Breuzé, teroris merupakan ancaman bersama. Tak cuma bagi negaranya, tapi juga dunia.

"Prancis saat ini menghadapi waktu yang begitu sulit, teroris adalah ancaman bagi dunia...Tidak hanya bagi Prancis. Kita harus bekerja sama dan berjuang bersama-sama melawan ancaman tersebut," tandas Dubes Prancis.

Selain tentang perubahan iklim dan terorisme, Dubes Breuzé juga membahas sejumlah topik menarik. Mulai dari kemitraan strategis Indonesia dan Prancis, hingga soal Anggun, penyanyi yang berperan merekatkan hubungan 2 bangsa.

Saksikan wawancara khusus Liputan6.com bersama Duta Besar Prancis untuk Indonesia Corinne Breuzé yang dipandu Adanti Pradita, berikut ini. (*)