Sukses

BNPB: Kawasan Hutan yang Terbakar di 5 Gunung Sulit Dipadamkan

Liputan6.com, Jakarta - Dalam 4 hari terakhir ada kawasan hutan di 5 gunung yang terbakar. Pemadamam sulit dilakukan karena medan yang berat dan tidak ada air. Demikian disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho.

"Hutan di Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) seluas 39 hektare di Dusun Gunung Pasir, Desa Ngablak, Kecamatan Srumbung, Magelang, Jawa Tengah kembali terbakar pada Rabu 23 September 2015 pukul 18.30 WIB," ujar Sutopo dalam pernyataan tertulisnya, Kamis (24/9/2015).

Sebanyak 275 personel gabungan dari BPBD, TNI, Polri, TNGM, relawan dan masyarakat dikerahkan memadamkan api. Namun belum dapat dipadamkan. Medannya berat dan api masih mengarah ke utara puncak Merapi. Semak belukar dan alang-alang yang kering menyebabkan api cepat meluas.

"Sementara kebakaran hutan lindung di Gunung Lokon, Kota Tomohon, Sulawesi Utara pada hari yang sama 16.45 Wita, hingga saat ini juga belum dapat dipadamkan. Api meluas ke puncak gunung dan sulit dipadamkan. Upaya pemadaman dari tim gabungan masih dilakukan," ujar dia.

Kebakaran hutan dan lahan di Gunung Sindoro, Wonosobo, Jawa Tengah masih dilakukan pemadaman dan pendinginan. Kebakaran yang terjadi sejak Selasa 22 September 2015 pukul 20.00 WIB telah menyebabkan sekitar 237 hektare hutan dan lahan terbakar.

Kebakaran di RPH Sigedang terjadi di Petak 16e, 16i, dan 18c dengan luas 210 hektare. Sedangkan di RPH Anggrunggondok membakar Petak 19i dan 21 seluas 67 hektare. Sebagian api di Petak 55 belum dapat dipadamkan.

"Kawasan Perhutani seluas 25 hektare di Gunung Wilis, Kediri, Jatim juga terbakar pada Senin 21 September 2015 pukul 18.00 WIB. Untuk memadamkan 50 personel gabungan memadamkan dan membuat sekat batas," jelas Sutopo.

Sedangkan hutan di lereng Gunung Arjuna di Blok Sumber Kuning, Prigen, Pasuruan, Jawa Timur terbakar pada Selasa lalu pukul 08.00 WIB. Sebanyak 34 personel dari 2 tim dikerahkan memadamkan api. (Ado/Vra)