Sukses

Komjen Buwas: Bareskrim Siap Usut 9 Kasus Korupsi Triliunan

Liputan6.com, Jakarta - Badan Reserse Kriminal atau Bareskrim Polri telah mengungkap lebih dari 1.000 kasus korupsi. Kasus itu diungkap sepanjang Juni 2014 hingga Juni 2015.

Kepala Bareskrim Polri Komisaris Jenderal Budi Waseso mengatakan, pengungkapan kasus tersebut dilakukan oleh polda seluruh Indonesia. Sebagian kasus tersebut sudah masuk ke kejaksaan bahkan ada yang sampai ke meja hijau.

"Evaluasi saya, dari Juni tahun lalu hingga Juni tahun ini, atau dalam setahun jajaran Polri mengungkap 1.085 kasus," ucap Budi dalam Wawancara Khusus dengan Liputan6.com di ruang kerjanya di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa 28 Juli 2015.

Mantan Kapolda Gorontalo itu menilai jumlah tersebut masih relatif wajar. Penyidik juga tidak kewalahan. Sebab, seluruh jajarannya dari tingkat polsek, polres, hingga polda, ikut andil dalam menuntaskan kasus dugaan korupsi tersebut.

"Jumlah kita (polisi) sampai tingkatan polsek ada. Jadi wajar," ucap Budi.

Dia mengatakan kinerja kepolisian untuk mengungkap kasus korupsi tidak serta merta atas perintahnya. Seperti inilah, lanjut dia, institusi penegak hukum seharusnya bekerja dan menjadi profesional dalam mengungkap suatu kasus termasuk dugaan korupsi.

"Bukan karena saya hebat. Itu wujud nyata dan memang lebih hebat. Ini bukan suatu hal yang luar biasa. Karena jumlah kita di kepolisian sangat besar. Karena kita memang bekerja serius kok," tukas Buwas.

9 Kasus Besar

Kepala Bareskrim Polri Komjen Budi Waseso saat melakukan wawancara khusus dengan Liputan6.com, Jakarta, Selasa (28/7/2015). Dalam wawancara tersebut Budi menceritakan kisahnya sebelum menjadi Kepala Bareskrim. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Ada 67 kasus korupsi yang saat ini ditangani Bareskrim. "Sembilan kasus (di antaranya) terbilang besar karena jumlahnya bernilai triliunan rupiah," jelas Komjen Buwas.

Menurut dia, 9 kasus kelas kakap itu semuanya merupakan kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang. Hanya saja, jenderal bintang 3 yang akrab disapa Buwas ini enggan membeberkan secara gamblang.

Buwas juga menyoal kemungkinan adanya intervensi bahkan ancaman sekalipun dalam penyelidikan ataupun penyidikan. Namun ia selaku Kabareskrim mempunyai sikap tegas.

"Selama kita berpegang pada aturannya, penegakan hukum itu kan kita harus berani karena jujur, berani karena bersih, dan harus adil. Jadi tidak usah takut atau risau atas ancaman ataupun intervensi dalam proses (penegakan hukum) tersebut," tandas Buwas.

Bagaimana harapan Komjen Buwas terhadap kinerja korps Bhayangkara, terutama Bareskrim ke depan, termasuk hubungan Polri dan lembaga penegak hukum lainnya? Dan bagaimana suka dan duka Budi Waseso selama berdinas di kepolisian?

Simak wawancara khusus Liputan6.com dengan Kepala Bareskrim Polri Komjen Budi Waseso berikut ini:

(Bob/Mut/Ans)