Sukses

Menkeu Bambang Brodjonegoro: Resesi Masih Jauh

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah berupaya memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia agar tidak kembali terperosok ke dalam jurang resesi, termasuk menahan jatuhnya kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat semakin besar. Salah satu langkah dengan meningkatkan belanja pemerintah dan stimulus fiskal.

Menurut Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, resesi ekonomi di sebuah negara ditandai dengan pertumbuhan ekonomi yang semakin menyusut atau mengalami perlambatan dalam jangka panjang. Konsumsi domestik melemah serta pertumbuhan ekspor negatif.  

"Tren perlambatan ekonomi sudah terjadi sejak 2012, tapi realisasi di kuartal I 2015 sebesar 4,7 persen masih relatif tinggi dibanding negara lain yang perekonomiannya jauh lebih besar dari Indonesia," ucap Menkeu Bambang Brodjonegoro saat berbincang dengan Liputan6.com di kediamannya, Jakarta, beberapa hari lalu.

Pemerintah, imbuh Bambang, bekerja keras membalikkan tren pelemahan ekonomi menjadi perbaikan di tahun ini dengan memacu pengeluaran pemerintah dan memperkuat stimulus fiskal termasuk reformasi di sektor perpajakan.

"Dengan begitu, kita bisa mendapatkan penerimaan (negara) yang lebih baik dan punya ruang untuk melakukan stimulus fiskal lebih besar. Stimulus fiskal dan investasi pemerintah yang lebih besar akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang bisa menghindarkan kita dari resesi. Kita upayakan jangan sampai terjadi (resesi)," terang dia.

Bagaimana langkah dan upaya pemerintah agar terhindar dari resesi ekonomi? Dan bagaimana 'jurus' Menkeu meredam gejolak rupiah? Simak selengkapnya wawancara khusus Menkeu Bambang PS Brodjonegoro yang dipandu Farhannisa Nasution dan Nurseffi Dwi Wahyuni dari Liputan6.com, dalam video di bawah ini:

(Fik/Ndw/Ans)