Sukses

Kelompok Ayub Waker di Papua Pindahkan "Lokasi Perang"

Liputan6.com, Jayapura - Kelompok kriminal bersenjata (KKB) Ayub Waker yang beroperasi di wilayah Kabupaten Mimika, Papua, menantang aparat gabungan setempat untuk berpindah lokasi perang dari sebelumnya di Kampung Utikini atau sekitar Kali Kabur ke wilayah Gresberg hingga Portside di areal PT Freeport Indonesia.

Juru bicara Polda Papua Kombes Pol Patrige Renwarin mengakui adanya surat dari Ayub Waker yang dititipkan kepada Kamaniel Waker, salah seorang terduga pengikut Ayub Waker yang telah ditangkap polisi, yang berisi bahwa konflik di Utikini sudah berakhir, namun kelompok ini akan berpindah lokasi

"Belum diketahui mengapa mereka ingin berpindah lokasi. Tetapi dengan adanya surat itu kami tetap waspada dan terus melakukan pengejaran kepada kelompok ini," katanya di Jayapura, Jumat (9/1/2015)

Sementara itu, 13 orang yang ditangkap dan diduga sebagai pengikut Ayub Waker hingga saat ini masih diperiksa penyidik Polres Mimika dan belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.

"Dari keterangan sejumlah warga yang diamankan diketahui bahwa saat dilakukan penangkapan itu, sejumlah orang ini diperintah Ayub Waker untuk menjemput anak buahnya yang sakit dan ditinggalkan di pinggir jalan saat itu," ujar dia.

Ayub Waker dan kelompoknya saat ini menjadi incaran aparat gabungan setempat setelah adanya dugaan kelompok tersebut membunuh 2 anggota Brimob dan 1 orang petugas keamanan PT Freeport Indonesia pada awal Januari lalu, saat melakukan patroli di sekitar Kampung Utikini.

Untuk mengejar kelompok tersebut, TNI-Polri menerjunkan 1.576 personel yang dilengkapi dengan senjata lengkap. Dalam pengejaran itu, aparat gabungan juga menggunakan 2 helikopter.

"Kami juga menutup sejumlah jalan tembus yang diduga akan digunakan sebagai jalan untuk melarikan diri ke kabupaten lain oleh kelompok Ayub Waker, salah satunya adalah ke Ilaga, Kabupaten Puncak. Kami akan tetap mencari dan menangkap hidup atau mati Ayub Waker dan kelompoknya," kata Kapolda Papua Irjen Pol Yotje Mende dalam sebuah kesempatan beberapa waktu lalu. (Ado/Yus)

Artikel Selanjutnya
2.600 Rumah Warga Rohingya Dibakar, Myanmar Semakin Mencekam
Artikel Selanjutnya
6.000 Pengungsi Rohingya Dihalau dari Perbatasan Bangladesh