Pesawat Malaysia Airlines MH370 Diduga Masih Utuh

  • Internasional
  • 0
  • 19 Mar 2014 10:00

Pesawat Malaysia Airlines yang hilang mengangkut di antaranya 152 warga China, 38 Malaysia, 12 Indonesia, dan 7 warga Australia.

Liputan6.com, Kuala Lumpur - Pesawat Malaysia Airlines yang hilang kemungkinan masih bisa ditemukan dalam kondisi utuh. Dugaan ini muncul setelah Organisasi Perjanjian Larangan Ujicoba Nukir Komprehensif (CTBTO) --organisasi di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)-- menyatakan alat mereka tidak menangkap sinyal adanya ledakan pada saat dan setelah pesawat MH370 dinyatakan hilang.

Laman Malaysia, The Star bahkan menulis data ini sebagai harapan baru. CTBTO yang memiliki radar supersensitif di penjuru dunia memang menyatakan tidak mendeteksi adanya ledakan atau kecelakaan. Baik di darat maupun laut, sejak pesawat MH370 hilang.

"Data kami berpotensi bisa menjelaskan keberadaan penerbangan MH370. Kami berutang kepada keluarga yang cemas menunggu kabar dari orang yang mereka cintai bahwa potensi ini bisa digunakan secara penuh," kata Sekretaris Eksekutif CTBTO Lassina Zarbo dikutip Liputan6.com dari laman resmi CTBTO, Rabu (19/3/2014).

Zarbo mengatakan data ini memang tidak memberikan informasi di mana keberadaan pesawat yang membawa 239 penumpang itu. Namun, data ini setidaknya bisa digunakan oleh para ahli di negara-negara peserta CTBTO untuk melakukan analisa dalam pencarian Boeing 777-200ER yang hilang itu. "Doa saya bersama penumpang MH370 dan keluarga mereka," tutur Zarbo.

Sebuah kecelakaan pesawat mungkin bisa terdeteksi oleh 3 atau 4 teknologi Sistim Monitoring Internasional (IMS) milik CTBTO. Teknologi itu antara lain infrasound, stasiun kegempaan, dan stasiun hydroacoustic.

Setidaknya CTBTO memiliki 60 stasiun infrasound di seluruh dunia. Alat ini dengan konsisten mampu menangkap gelombang suara dengan frekuensi ultra rendah.

Stasiun kegempaan CTBTO bisa menangkap dampak ledakan pesawat terbang di atas tanah. Setidaknya ada 170 stasiun kegempaan CTBTO untuk menangkap gelombang kejut.

Sementara, stasiun hydroacoutic bekerja seperti mikrofon hiper sensitif yang mampu menangkap gelombang suara di lautan. Setidaknya ada 11 stasiun hydroacoustic yang mampu mendeteksi dampak pesawat yang tercebur ke laut.

Pesawat MH370 rute Kuala Lumpur-beijing hilang pada 8 Maret yang lalu. Hinga kini belum diketahui keberadaannya. Sejumlah negara terlibat dalam pencarian pesawat Malaysia Airlines itu. Sejumlah teori mencuat terkait raibnya pesawat ini. Salah satunya pembajakan. (Ismoko Widjaya)

Baca juga:

Pencarian MH370 Fokus pada Data Satelit

Radar Militer Thailand Tangkap Sinyal Diduga Pesawat MH370

Indonesia Bantah Tuduhan Menutupi Radar Malaysia Airlines

(Eko Huda Setyawan)


Related Articles
Comments 0
Sign in to post a comment
Terpopuler