Sangkar Burung Bermotif Ukiran

on Mar 02, 2009 at 05:49 WIB

Liputan6.com, Garut: Pengalaman serta pengetahuan yang didapat selama bekerja ditambah dengan semangat untuk mandiri membuat Utang Sujana bisa membuka peluang pekerjaan baru serta usaha sendiri. Pengetahuannya dalam membuat aneka jenis sangkar burung kemudian ia bagi-bagikan kepada para pekerja maupun tetangganya.

Kesulitan dalam mendapatkan bahan baku karena harganya yang selalu naik serta masalah pemasaran bisa ia lewati. Karena itu usaha Utang masih mampu bertahan hingga sekarang.

Utang menjelaskan, kerajinan sangkar burung yang digelutinya adalah warisan turun-temurun. Pembuat kerajinan ini semuanya warga satu desa. "Hampir 2.000 orang," kata Utang. Ditambahkan Utang, para perajin yang umum para pemuda biasanya belajar sendiri.

Bahan baku pembuatan sangkar burung adalah bambu ikat dan kayu kemiri. Bahan ini mudah didapat di daerah Selaawi. Kayu kemiri biasanya digunakan untuk hiasan sangkar. Bentuknya berupa ukiran binatang atau gambar lainnya. "Bisanya dipasang di bagian bawah kandang atau pintu sangkar," ujar Utang.

Menurut Utang, kendala penggunaan bambu dan kayu sebagai bahan baku adalah soal rayap. Biasanya pada musim hujan bambu gampang diserang rayap. 

Pesanan sangkar burung biasanya ramai pada musim kemarau. Karena saat itu sering diselenggarakan kontes burung. Utang biasanya memasarkan produk kerajinannya melalui bandar. "Merekalah yang kemudian memasarkannya ke kota-kota besar, seperti ke Bandung, Solo, Jakarta, dan Sumatra," kata Utang.  

Sentra pembuatan sangkar burung, kata Utang, selain di Garut, Bandung, juga ada di Solo. Kendati banyak produk-produk sejenis, Utang berupaya mempertahankan ciri khas produknya dengan beragam jenis ukiran.(IAN/Julianus Kriswantoro)

Utang Sujana - 0852.2367.6952
Desa Mekarsari, Kecamatan Selaawi, Garut
Jawa Barat
Suka artikel ini?

0 Comments