Sukses

Syiar Agama Lewat <i>Ayat-Ayat Cinta</i>

Liputan6.com, Semarang: Siapa yang tidak kenal Habiburrahman El Shirazy. Nama itu saat ini memang tengah populer menyusul novel Ayat-Ayat Cinta yang telah terjual 400 ribu eksemplar. Film dengan judul yang sama pun meraih box office

Meski namanya telah populer, sosok Habiburrahman El Shirazy atau yang akrab disapa Kang Abik ini tetap bersahaja. Dia mengaku kesadaran menulis sudah dilakukannya sejak masih berkuliah di Mesir. "Kesadaran menulis pesan ulama agar menancapkan ide," urai Kang Abik.

Dasar itulah yang mendorong pria berusia 32 tahun ini menulis Ayat-Ayat Cinta. Dia menuangkannya dalam tulisan pada 2001 yang kemudian dimuat di koran Republika hingga akhirnya dibukukan dalam sebuah novel. Berkat karyanya, Kang Abik dinobatkan menjadi penulis terbaik 2007 oleh beberapa institusi. Selain ketenaran, Ayat-Ayat Cinta juga telah memberikan Habiburrahman Rp 1,5 miliar dari royalti novelnya.

Namun sesungguhnya ada keinginan yang lebih besar dari sekadar pundi-pundi uang. Kang Abik seakan ingin menyampaikan pesan bahwa pondok pesantren bukan hanya belajar agama melainkan juga ilmu secara universal. Selain berdakwah lewat mimbar, juga menulis karya dan belajar berwirausaha. Inilah yang banyak ditiru para santri pondok pesantren tempatnya mengajar.

Setelah Ayat-Ayat Cinta, kini Habiburahman mempersiapkan peluncuran novel-novel terbarunya seperti Langit Mekah Berwarna Merah, Bidadari Bermata Bening, dan Bulan Madu di Yerussalem. Dengan menulis, kata Habiburrahman, syiar agama, ide, dan ajaran kebajikan bisa disampaikan dan diterima lebih baik.(YNI/Tim Liputan 6 SCTV)

    Artikel Selanjutnya
    Tulus Gambarkan Sila Pertama Melalui Lagu Ini
    Artikel Selanjutnya
    Band Slank Meriahkan Konser Pancasila Gemilang