Wiranto Menyangkal Mendalangi Peledakan

on Sep 30, 2000 at 10:25 WIB

Liputan6.com, Jakarta: Sepertinya, kasus demi kasus dan isu demi isu terus membelit mantan orang nomor satu di TNI, Jenderal TNI (Purn) Wiranto. Belum selesai pengusutan kasus tragedi berdarah Semanggi dan kasus yang menghempaskan ia dari kursi menteri, kini timbul lagi dugaan keterlibatan dirinya dalam kasus pengeboman di Bursa Efek Jakarta.

Dugaan itu muncul lantaran belakangan ini, beredar sebuah dokumen pertemuan antara dirinya, Habib Ali Baagil dan Keluarga Cendana untuk merencanakan pengeboman BEJ. Apalagi, Wiranto juga dianggap dekat dengan Habib Ali Baagil yang juga disebut-sebut sebagai perencana.

Namun, saat ditemui baru-baru ini, mantan Panglima ABRI itu membantah isu tersebut. Ia menyatakan bahwa tidak pernah melakukan pertemuan dengan orang-orang yang disebut dalam dokumen itu. Apalagi, untuk merencanakan pengeboman. Bahkan, menurut Wiranto, alamat yang di tulis dalam dokumen itu tidak benar.

Keterkaitan antara Wiranto dengan Keluarga Cendana, memang tak bisa dimungkiri. Ketika Soeharto mundur dari jabatannya, 21 Mei 1998, ia sempat melontarkan pernyataan bahwa ABRI akan menjaga keselamatan dan kehormatan para mantan mandataris, termasuk Soeharto dan keluarga. Tapi kini, ketika Wiranto tak lagi menjabat, dugaan bahwa ia masih sebagai pelindung Cendana cukup kuat. Maka, jangan heran bila ia kerap kena tudingan macam-macam, termasuk sebagai dalang peledakan BEJ(RSB/AWD/Esther Mulyanie dan Jhony Akbar)
Suka artikel ini?

0 Comments