Sukses

Hanna’s Klapperrtaart Mempopulerkan Makanan Belanda

Liputan6.com, Jakarta: Klappertaart adalah makanan warisan tradisi dari Negeri Kincir Angin yang dipopulerkan oleh masyarakat Manado. Namun oleh wanita muda ini, Klappertaart tak hanya dijadikan makanan yang lebih modern dan sangat digemari tapi bisa menjadi sebuah usaha yang menjanjikan.

Memang tidak banyak wanita seperti Hanna Sukmaningsih. Sarjana lulusan desain grafis dan Psikologi Universitas Trisakti yang gemar membuat kue ini ternyata memiliki kepekaan bisnis yang tajam. Bersama ibunya, Mieke, sejak dua tahun silam Hanna merintis usaha pembuatan Klappertaart di rumah yang sekaligus dijadikan toko di kawasan Pulomas, Jakarta Timur.

Awalnya, Hanna berkeinginan membuka usaha sendiri dan tidak tergantung orang lain. Hanna yang mendapat warisan resep kue ini dari orangtuanya kemudian menawarkan jualannya secara door to door. Ternyata Klappertaart buatan Hanna banyak disukai orang sehingga dia tertarik menjadikannya sebagai usaha. "Saya melihat Klappertaart adalah masakan khas Indonesia dari Manado. Makanya saya ingin [makanan] daerah ini bisa menjadi sesuatu yang modern dan bagus," kata anak komedian ternama Indonesia, almarhum Kasino ini.

Lantaran permintaan dari waktu ke waktu cukup tinggi, Hanna terpaksa merekrut enam orang karyawan. Usaha kue cantik Hanna terbukti berkembang pesat hingga sekarang. Masyarakat bisa menikmati Klappertaart produksinya di restoran maupun mal-mal besar di kawasan Jakarta.

Proses membuat kue Klappertaart tidaklah sulit. Bahan bakunya juga mudah didapat di pasaran, seperti kelapa muda, tepung terigu, susu cair, telur dan gula pasir. Untuk pelengkapnya Hanna menggunakan kismis, kacang kenari, dan rum. Bahan tersebut dicampur dan diaduk rata hingga Klappertaart siap disajikan. "Dari teksturnya Klappertaart seperti taart yang bisa dipotong. Kalau ini lebih lembut nggak bisa dipotong harus memakai sendok karena seperti pudding, lembut," kata Hanna.

Klappertaart produksi Hanna memang memiliki kelebihan baik rasa maupun penampilan. Untuk merengkuh konsumen lebih banyak lagi, Hanna tak henti-hentinya berinovasi. Kini dia menawarkan berbagai variasi Klappertaart selain yang asli, seperti rasa blueberry, cokelat, atau keju.

Daned, salah satu pembeli Hanna’s Klapprrtaart mengaku, pertama kali mengenal kue ini dari kakaknya. Setelah dicoba ternyata dia ketagihan sampai sekarang. Hampir satu bulan sekali Daned datang ke toko Hanna memesan Klapprrtaart. "Saya suka yang cokelat karena rasanya beda dengan yang lain. Packagingnya juga lucu jadi kalau diberikan ke orang lain nggak malu-maluin. Harga masih cukup terjangkau tapi berkualitas," kata Daned.

Saat ini Hanna juga menyediakan Klappertaart rendah kalori rasa blueberry. Produk tersebut sudah didaftarkan ke ahli gizi sehingga konsumen dapat mengetahui komposisi yang terkandung di dalammya. Berbagai kreasi lainnya juga dapat dinikmati konsumen saat merayakan Idul Fitri, Natal, Imlek dan hari besar lainnya.

Harga yang ditawarkan bervariasi mulai dari Rp 15 ribu untuk ukuran cup, loyang kecil seharga Rp 75 ribu, medium Rp 150 ribu, hingga ukuran paling besar seharga Rp 255 ribu. Hanna’s Klappertaart lebih nikmat bila dikonsumsi saat dingin. Kue ini bisa bertahan hingga satu pekan asalkan Klapertaart disimpan di dalam lemari pendingin.

Satu hal lagi yang patut dibanggakan dari wanita berusia 31 tahun ini adalah kegiatannya mengajar anak-anak kurang mampu di sela-sela waktu luangnya. Semoga apa yang dilakukan Hanna dapat memberi manfaat dan menjadi contoh wanita muda lain dalam membuat keseimbangan hidup antara mencari laba dan melakukan misi sosial.(IAN/Tim Usaha Anda)

Hanna’s Klappertaart
Cp ibu Mieke : 0818 83 82 55
Jalan Kayu Putih 1 No. B2 JKT 13260
E-mail : hanna@klappertart.com
Website : www.klappertaart.com

    Artikel Selanjutnya
    HEADLINE: Marshal, Putra Minahasa Pencipta Lagu Legendaris Dunia
    Artikel Selanjutnya
    Ternyata Makanan Ini Banyak Disukai oleh Mahasiswa Bule