Larangan Memelihara Unggas Ditanggapi Beragam

  • Sosial & Budaya
  • 0
  • 16 Jan 2007 18:56

160107cflubur.jpg
Liputan6.com, Tangerang: Larangan memelihara unggas di permukiman ditanggapi beragam pemilik unggas. Sementara jika ada pemusnahan pun sebagian warga berharap ada pergantian ganti rugi yang jelas.

Dalam pantauan SCTV, Selasa (16/1), warga Warung Mangga, Kelurahan Panunggangan, Kota Tangerang, Banten, membakar lebih dari 400 ekor ayam. Langkah itu diambil menyusul meninggalnya Ani Afriani, akibat positif flu burung, Sabtu silam. Setiap pemilik mendapat penggantian Rp 12.500 per ekor ayam baca: Jasad Ani Dimakamkan yang tiba di rumah sakit pukul 00.00 WIB.

Kedua pasien sedang diperiksa untuk memastikan terjangkit tidaknya virus flu burung. Dengan tambahan dua pasien ini total terdapat enam warga yang dirawat karena diduga terjangkit flu burung baca: Tiga Pasien Dirujuk ke RSPI Sulianti Saroso Departemen Kesehatan Jakarta, tujuh pasien sebelumnya yang dirawat negatif flu burung.

Delapan pasien di RS Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso, Jakarta Utara juga dinyatakan negatif flu burung. Namun mereka masih dirawat dan seorang lainnya berada di ruang isolasi baca: Delapan Pasien RS Sulianti Negatif Flu Burung

Like this article?

0 likes & 0 dislikes


Comments 0
Sign in to post a comment
Terpopuler