by

Intisari Liputan 6 Pagi

  • Intisari Liputan6
  • 0
  • 15 Jun 2006 08:12
Ba`asyir: Noordin Mujahid Salah ArahLiputan6.com, Solo: Ustad Abu Bakar Ba`asyir menilai aktivitas Noordin M. Top dan komplotannya sebagai mujahid adalah salah jalan. Untuk itu Ba`asyir meminta tersangka kasus sejumlah pengeboman itu menghentikan perbuatannya. "Saya ndak setuju dengan bom-bom," ujar Ba`asyir saat berpidato di depan para pendukungnya di Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki, Solo, Jawa Tengah, Rabu (14/6) [baca:  Ba`asyir: Noordin Mujahid Salah Arah].

Pernyataan itu disampaikan Ba`asyir usai menempuh perjalanan darat selama 14 jam dari Jakarta. Kedatangan Amir Majelis Mujahidin Indonesia ini setelah dibebaskan usai menjalani masa penahanan selama dua tahun enam bulan di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta Timur [baca:  Ba`asyir Menghirup Udara Bebas].

Sementara itu, pemerintah Australia dan sejumlah korban Bom Bali I kecewa dengan pembebasan Abu Bakar Ba`asyir. Menurut Perdana Menteri John Howard, pembebasan pemimpin Majelis Mujahidin Indonesia itu sebagai kegagalan sistem hukum di Indonesia. Dia juga menuduh Ba`asyir adalah orang yang paling bertanggung jawab atas tewasnya 88 warga Australia dalam serangan bom di Bali, 2002 silam [baca:  Australia Tidak Puas Atas Pembebasan Ba`asyir].

Presiden: Lakukan Investigasi Terhadap PT Lapindo

Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono prihatin dengan kejadian luapan lumpur panas dan gas di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Berkaitan dengan itu Presiden memerintahkan investigasi yang menyeluruh terhadap PT Lapindo Brantas. Tidak hanya itu perusahaan tersebut juga harus segera memberikan ganti rugi kepada warga sekitar yang dirugikan.

Sementara itu, sampai hari ke-16 melubernya lumpur panas dan gas di Porong, tercatat sekitar 571 warga terpaksa dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Porong. Dari ratusan pasien tersebut sebanyak 19 warga di antaranya masih menjalani rawat inap. Mereka mengaku masih mengeluhkan rasa mual dan gangguan pernapasan [baca: Presiden: Lakukan Investigasi Terhadap PT Lapindo].

Diprotes, Pemerintah Tetap Mengajukan Utang Baru

Jakarta: Puluhan pengunjuk rasa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat melawan Consultative Group on Indonesia (CGI) berdemonstrasi di depan Gedung Bank Indonesia, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat. Mereka menuntut pemerintah menolak utang baru dan menghapus utang lama, serta pembubaran CGI. Pasalnya pemanfaatan utang luar negeri jauh dari harapan untuk kesejahteraan rakyat.

Unjuk rasa ini digelar terkait pertemuan dengan 21 negara donor dan delapan lembaga keuangan dunia di Jakarta. Sebab pemerintah akan mengajukan utang baru senilai US$ 2,53 miliar. Rinciannya, US$ 1,53 miliar pinjaman proyek dan sisanya US$ 1 miliar pinjaman program [baca:  Diprotes, Pemerintah Tetap Mengajukan Utang Baru].(ZIZ/Tim Liputan 6 SCTV)

Comments
Sign in to post a comment