KUT Primadona Petani Sulut

  • Daerah
  • 0
  • 24 Sep 2000 06:19

Liputan6.com, Manado: Meski tunggakan Kredit Usaha Tani Sulawesi Utara sejak dua tahun terakhir ini sudah mencapai Rp 470 miliar, namun minat para petani daerah untuk mendapatkan KUT tetap besar. Bahkan baru-baru ini, sejumlah bank penyalur KUT kewalahan diserbu petani dari Manado, Gorontalo, dan Minahasa. Antrean panjang para petani yang ingin mendapatkan KUT musim tanam 2000-2001 seperti ini dapat disaksikan setiap hari di Manado, Sulut.

Walau sudah dihimbau agar mencairkan dana KUT di kantor-kantor cabang di tingkat dua, namun para petani tetap memaksa untuk mencairkan KUT di bank wilayah. Meski harus menunggu hingga tengah malam, para petani tetap bersemangat. Maklum, mereka harus dapat memperoleh dana kredit murah ini guna membiayai kegiatan cocok tanam mereka.

Sayangnya, minat besar untuk mendapatkan kredit ini tak diimbangi kemauan untuk mengembalikannya. Setidaknya, hal itu tergambar dari besarnya tunggakan KUT di wilayah Sulut. Dalam kurun waktu dua tahun terakhir saja, jumlah tunggakan KUT sudah mencapai Rp 470 miliar.

Petani pun tampaknya kurang menyadari kegunaan KUT tersebut. Pasalnya, rata-rata dari mereka hanya memanfaatkan 70 persen dana KUT untuk biaya pengolahan pertanian. Sementara selebihnya, justru digunakan untuk membiayai kehidupan sehari-hari. Pada tahun ini, jumlah KUT di Sulut yang dicairkan akhirnya relatif kecil. Manado hanya mendapat jatah Rp 1,4 miliar, Gorontalo sebesar Rp 1 miliar, dan di Minahasa mencapai Rp 8,3 miliar.(BMI/Hamim Pou dan Helmi Yasin)

Like this article?

0 likes & 0 dislikes


Comments 0
Sign in to post a comment
Terpopuler